NASA Pasang Pelindung Panas ke Parker Solar Probe

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 09 Jul 2018 13:40 WIB
antariksanasa
NASA Pasang Pelindung Panas ke Parker Solar Probe
Pelindung untuk Parker Solar Probe. (NASA/Johns Hopkins APL/Ed Whitman)

Jakarta: Pada Agustus, NASA akan meluncurkan pesawat antarplanet baru untuk mengamati matahari. Pesawat itu baru saja mendapatkan pelindung panas super.

Pada akhir Juni, para teknisi memasang pelindung panas pada pesawat yang dinamai Parker Solar Probe tersebut. Pelindung ini diharapkan akan bisa membuat suhu pesawat tetap dingin bahkan ketika ia mendekat ke matahari.

Parker Solar Probe diharapkan akan bisa mengamati matahari dari jarak lebih dekat dari kendaraan lain yang pernah dikirimkan. Pesawat itu akan berhenti di jarak empat juta mil dari permukaan matahari.

Di sana, ia akan berinteraksi dengan korona dan juga atmosfer luar matahari, lapor The Verge. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan pada peneliti untuk memelajari pergerakan panas di kawasan tesrebut.

Sesekali, partikel di dalam korona matahari menjadi sangat panas hingga ia tertembak keluar. Inilah yang dikenal dengan solar wind atau angin surya.

Partikel-partikel pada angin surya ini dapat bercampur dengan medan magnetik Bumi, yang menyebabkan badai geomagnetik yang dapat mengacaukan sistem satelit dan menyebabkan munculnya aurora. Karena itu, NASA tertarik untuk mengetahui mekanisme di balik terjadinya fenomena angin surya.

Untuk dapat memelajari korona matahari, mereka harus bisa memastikan pesawat memiliki sistem yang dapat menjaga suhunya agar tidak menjadi terlalu panas. Inilah fungsi pelindung panas yang dipasang pada Parker Solar Probe.

Pelindung tersebut memiliki berat 160 pon dan terbuat dari dua lapisan komposit karbon-karbon yang mengelilingi inti tebal yang terbuat dari busa. Mengingat Parker Solar Probe dapat mencapai kecepatan 430 ribu mil per jam, pelindung pesawat itu tidak boleh terlalu berat. Jika pelindung terlalu berat, Parker Solar Probe akan gagal mencapai orbit yang ditetapkan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.