Trump tak Peduli Protokol Keamanan Siber Gedung Putih

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 22 May 2018 13:11 WIB
amerika serikatcyber securitydonald trump
Trump tak Peduli Protokol Keamanan Siber Gedung Putih
Presiden AS Donald Trump. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)

Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengacuhkan protokol Gedung Putih yang berfungsi untuk memastikan ponselnya aman.

Trump dikabarkan menggunakan dua iPhone. Salah satunya digunakan untuk menerima dan melakukan panggilan telepon, sementara satu lainnya digunakan untuk mengakses Twitter dan membaca berita. 

Beberapa fitur seperti kamera dari kedua ponsel ini seharusnya dimatikan dan ponsel-ponsel itu diperiksa secara rutin. Namun, dikabarkan, kedua fitur itu tetap bisa digunakan pada ponsel Trump.

Ponsel yang digunakan untuk melakukan panggilan oleh Trump masih dilengkapi dengan kamera dan mikrofon, yang bisa menyebabkan kebocoran informasi yang berbahaya jika ponsel tersebut berhasil diretas. Namun, setidaknya, dua ponsel Trump sudah tidak lagi dilengkapi dengan GPS, menurut laporan The Verge

Masih belum diketahui apakah iPhone yang digunakan untuk Twitter oleh Trump masih memiliki kamera dan mikrofon.

Satu hal yang mengkhawatirkan adalah Trump menolak untuk menukar ponselnya setiap bulan untuk memastikan ponsel tersebut tetap aman karena hal itu "terlalu merepotkan", ungkap seorang sumber anonim. 

Sumber anonim lain mengonfirmasi hal ini. Dia juga mengatakan bahwa ponsel Trump tidak perlu ditukar secara rutin karena fitur-fitur keamanan pada ponsel itu sudah diaktifkan. Dikabarkan, terakhir kali ponsel Trump diperiksa adalah pada lima bulan lalu. 

Meski tidak jelas berapa sering ponsel yang Trump gunakan untuk menelpon ditukar, salah satu sumber anonim mengatakan bahwa penukaran ini dilakukan secara rutin. Selain itu, nomor ponsel Trump juga diganti secara rutin.

Sementara mantan Presiden Barack Obama dikabarkan membiarkan ponselnya diinspeksi setiap 30 hari sekali untuk memastikan tidak ada malware di ponsel tersebut. 

Laporan ini mengkhawatirkan karena tidak ada ponsel yang tidak bisa diretas. Jika hacker menemukan cara untuk mengakses mikrofon pada ponsel Trump, itu akan memberikan mereka akses pada berbagai informasi rahasia yang berharaga.

Mengingat Trump juga menggunakan Twitter, bisa saja para hacker mengirimkan tautan dengan malware ke akun sang presiden. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.