Google Phone for Android Bisa Saring Panggilan

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 16 Jul 2018 10:08 WIB
google
Google Phone for Android Bisa Saring Panggilan
Google menggulirkan fitur penyaring panggilan spam pada aplikasi Google Phone.

Jakarta: Google telah menguji fitur baru yang secara teoritis mencegah panggilan spam mengganggu hari penggunanya selama beberapa bulan terakhir. Pada bulan April lalu, Google merilis program beta untuk aplikasi Google Phone.

Kini, halaman dukungan untuk aplikasi ini telah menerima update berisi sejumlah perubahan baru, dan diperkirakan telah diaktifkan pada beberapa perangkat. Dasarnya, pengguna akan menemukan fitur baru di menu Caller ID & spam pada aplikasi Google Phone.

Fitur baru ini bertugas mencegah panggilan telepon yang diperkirakan sebagai spam mampu menghubungi ponsel, saat diaktifkan. Seluruh panggilan yang diidentifikasikan sebagai spam akan diarahkan ke voicemail dan pengguna tidak akan menerima notifikasi terkait hal tersebut.

Pengguna masih dapat mendengarkan voicemail jika diinginkan, namun tidak akan mengetahui bahwa aplikasi telah mendeteksinya sebagai panggilan spam. Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna perlu mengakses Settings lalu Caller ID & spam, kemudian ketuk tuas pada opsi Filter spam calls.

Secara alami, pengguna dapat menonaktifkan fitur ini kapan saja. Sebelumnya, proyek dari Google X, Loon dan Wing, dilaporkan tidak lagi berada di bawah Google X dan telah menjadi perusahaan mandiri di bawah induk perusahaan Google, Alphabet.

Sementara itu, YouTube dikabarkan sudah menyiapkan fitur baru yang akan segera digulirkan, ditujukan untuk memberikan edukasi sekaligus sebagai upaya Google via platform ini dalam memerangi penyebaran berita palsu atau hoax.

Kabar yang sudah dikonfirmasi oleh YouTube lewat blog resminya ini menjelaskan bahwa dalam setiap pencarian video di YouTube serta video yang ditonton, akan tersedia sebuah kartu informasi yang berkaitan dengan momen atau suatu peristiwa tampil.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.