Pomona Bidik Pasar Adtech Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 03 Aug 2018 16:34 WIB
startup
Pomona Bidik Pasar Adtech Indonesia
Pomona resmi hadir di Indonesia sebagai startup advertising tech (adtech) pertama dan terfokus pada industri FMCG.

Jakarta: Pomona, startup advertising tech (adtech), resmi hadir di Indonesia, dengan fokus pada konversi penjualan untuk industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Kehadirannya disebut diklaim akan membantu pelaku industri untuk mengetahui tingkat penjualan produk dari aktivitas pemasaran mereka. Informasi terkait tingkat penjualan produk yang dihadirkan Pomona melalui teknologi tersebut dinilai akan dapat mendukung perkembangan industri FMCG di Indonesia.

Kehadiran Pomona didasarkan oleh tingginya permintaan pelaku industri FMCG di Indonesia akan informasi akurat terkait kebutuhan konsumen.

"Kehadiran Pomona juga didorong oleh fakta bahwa para pelaku industri selama ini tidak dapat secara akurat mengetahui apakah aktivitas pemasarannya berujung pada transaksi atau sales atau tidak," ujar CEO Pomona Benz Budiman.

Melalui Pomona, Benz mengaku ingin turut berkontribusi dalam pengembangan dan kemajuan industri FMCG di Indonesia, serta memberikan pandangan mengenai konversi penjualan.

Selain itu, inovasi yang ditawarkannya juga diklaim menyasar celah dalam mengetahui konversi penjualan yang selama ini masih dilakukan dengan cara konvensional.

Pomona menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan Machine Learning serta mengimplementasikan Sales Call-to-Action tool pada platform omni-channel miliknya.

Sebagai informasi, Teknologi OCR adalah teknologi berkemampuan mengautomatisasi proses pembacaan struk menjadi lebih cepat.

Sementara itu, Omni-channel merupakan konsep yang diusung Pomona, menitikberatkan pada pengalaman konsumen dalam berbelanja menggunakan beragam saluran terintegrasi. Konsep tersebut diklaim dapat memberikan kemudahan serta pengalaman bagi konsumen.

Sebagai informasi, Advertising Technology atau adtech merupakan kategori dalam dunia startup yang melakukan digitalisasi dalam industri periklanan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.