Kaspersky Ingatkan Bahaya Olympic Destroyer di Asian Games

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Jul 2018 18:24 WIB
cyber securitykaspersky
Kaspersky Ingatkan Bahaya Olympic Destroyer di Asian Games
Olympic Destroyer pernah digunakan untuk menyerang Olimpiade Musim Dingin. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Kaspersky Lab mengumumkan Olympic Destroyer kembali aktif. Sebelum ini, ancaman tersebut pernah menyerang pembukaan Olimpiade Musim Dingin yang diadakan pada Februari di Pyeongchang, Korea Selatan. 

Kali ini, tampaknya para hacker menargetkan Jerman, Prancis, Swiss, Belanda, Ukraina dan Rusia. Fokus serangan hacker adalah organisasi yang bergerak dalam perlindungan atas bahaya kimia dan biologi. 

Menurut Kaspersky, Olympic Destroyer kembali aktif dengan metode dan sekumpulan alat yang telah digunakan sebelumnya. Ancaman ini menyebar malware menggunakan metode spear-phishing, dengan mengirimkan dokumen yang mirip dengan dokumen persiapan untuk Olimpiade Musim Dingin. 

Dokumen palsu ini dibuat untuk menyusup ke dalam komputer yang memiliki celah keamanan. Para penyerang menggunakan server web yang mereka susupi sebagai host dan untuk mengendalikan malware. Server-server tersebbut menggunakan Joomla, Content Management System yang cukup populer. 

Pada awalnya, grup hacker dari Korea Utara, Lazarus, diduga sebagai dalang di balik serangan Olympic Destroyer. Namun, kemudian diketahui bahwa para pelaku telah melakukan kampanye pengalihan untuk mengambinghitamkan Lazarus. 

Kaspersky memberikan peringatan pada Indonesia, yang akan menjadi tuan rumah dari Asian Games pada Agustus mendatang. Masyarakat Indonesia diminta untuk menjadi lebih awas terhadap bahaya siber, terutama di tengah-tengah euphoria ajang olahraga internasional. 

"Adanya kejahatan siber yang menargetkan acara global seperti Olimpiade Musim Dingin membuat kita harus waspada, terutama menjelang acara olahraga seperti Asian Games pada Agustus," kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Lab Asia Tenggara.

"Memperketat keamanan siber selama pertandingan menjadi salah satu tindakan pencegahan yang harus dipertimbangkan oleh penyelenggara."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.