Snapchat Akhiri Bisnis Transfer Uang

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 23 Jul 2018 07:38 WIB
snapchat
Snapchat Akhiri Bisnis Transfer Uang
Snapchat mengumumkan akan mengakhiri bisnis Snapcash pada akhir bulan Agustus mendatang.

Jakarta: Pada tahun 2014 lalu, Snapchat bermitra dengan Square untuk menawarkan layanan transfer uang peer-to-peer, dikenal masyarakat sebagai Snapcash. Awalnya, layanan ini menjadi cara membayar tagihan gabungan atau skenario serupa lainnya.

Sayangnya, sebagian besar masyarakat mengenal layanan ini akibat pemberitaan yang menjelaskannya sebagai alat pembayaran membuka kunci konten pribadi dewasa. Selain pemberitaan buruk, layanan ini juga menghadapi persaingan sengit dari layanan populer lain seperti Venmo dan PayPal.

Mengingat jumlah pemberitaan buruk yang tergolong banyak tersebut, Snapchat mengambil keputusan terkait layanan ini. Phone Arena melaporkan bahwa sumber internal Snapchat mengindikasikan rencana perusahaannya menghentikan bisnis layanan ini.

Sumber menyebutkan tanggal yang direncanakan Snapchat sebagai akhir dari layanan tersebut, pada 30 Agustus 2018. Namun, belum tersedia informasi rencana Snapchat melakukan migrasi layanan ini ke akun atau layanan lainnya.

Sebelumnya, Snap Inc. menggulirkan update untuk Spectacles yang memungkinkan pengguna untuk berbagi video dan gambar dalam format lain selain lingkaran dengan latar belakang berwarna putih.

Snap Inc. juga memperkenalkan API baru bernama Snap Kit, memungkinkan pihak ketiga untuk mengintegrasikan fitur Snapchat ke dalam aplikasi mereka. Snap Kit terdiri dari empat sub-Kit, yaitu Creative, Login, Bitmoji, dan Story.

Selain itu, Snap mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan fitur baru yang disebut Clear Chats, memungkinkan pengguna Snapchat menghapus pesan yang telah dikirim, baik untuk individu maupun grup, baik telah dibaca maupun telah disimpan penerima.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.