Paper.id Ingin Jadi Wadah Invoicing Digital Pertama di Indonesia

Mohammad Mamduh    •    Senin, 23 Apr 2018 17:02 WIB
startup
Paper.id Ingin Jadi Wadah Invoicing Digital Pertama di Indonesia
Peluncuran Paper.id di Jakarta, Senin 23 April 2018

Jakarta: Di tengah-tengah tingginya pertumbuhan UMKM di Indonesia, masih banyak pemilik UMKM di Indonesia yang mengabaikan manajemen keuangan yang seharusnya dikelola dengan baik dan memiliki arah yang jelas.

Hal tersebut terjadi karena pelaku usaha masih menggunakan sistem invoicing manual yang merepotkan dan sulit dilacak serta masih minimnya pemahaman pelaku usaha terhadap dasar-dasar akuntansi.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Jeremy Limman dan Yosia Sugialam menciptakan Paper.id. Paper.id mengklaim sebagai platform invoicing di Indonesia yang terintegrasi dengan laporan manajemen arus kas dan laporan keuangan. Dengan paper.id, pelaku usaha mampu menelusuri semua tagihan dan penjualan serta melihat laporan keuangan yang komprehensif.

Paper.id mengklaim bisa memudahkan pelaku usaha untuk membuat invoice dan laporan keuangan, disertai sistem pengingat. 

“UMKM perlu dilatih untuk lebih memahami manajemen keuangan dengan platform untuk mengelola keuangan dan arus kas mereka dengan mudah,” kata Jeremy Limman, CEO Paper.id.

“Pelaku usaha dapat membuat invoice elektronik pada perangkat favorit mereka, mulai dari web browser pada laptop dan aplikasi Paper.id di smartphone Android. Paper.id terintegrasi dengan fitur laporan keuangan seperti neraca keuangan, laporan laba rugi dan laporan lainnya.”

Saat ini, tren perkembangan ekonomi digital sudah meluas dan mempengaruhi ke berbagai aspek kehidupan, termasuk operasional bisnis di dalam badan usaha. Paper.id dibekali dengan berbagai solusi pembayaran yang lengkap. Paper.id memungkinkan usaha tradisional membayar invoice dengan pilihan metode pembayaran mulai dari transfer bank, virtual account, kartu kredit, m-banking dan e-wallet.

Paper.id berkolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI) dalam menghadirkan Yap!, aplikasi pembayaran dengan cara scan QR code.

“Setiap invoice yang dikirimkan dari Paper.id akan mencantumkan QR Code sehingga pelanggan dapat langsung melakukan pembayarannya dari aplikasi Yap!”, kata Idi Priadi Wibawa, Assistant Vice President Internet Banking & e-commerce Business Bank Negara Indonesia (BNI).

Bersamaan dengan pengumumannya, Paper.id juga mendapatkan dukungan dari modal ventura Golden Gate Ventures.  Sampai saat ini, Paper.id mengklaim sudah mengirimkan lebih dari 30.000 invoice secara digital. Selain gratis, Paper.id juga memiliki layanan basic dan layanan premium dengan harga yang terjangkau bagi pemilik usaha. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.