Samsung dan Google Berlomba Tawar Bisnis Kesehatan Digital Nokia?

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 22 Apr 2018 11:11 WIB
nokia
Samsung dan Google Berlomba Tawar Bisnis Kesehatan Digital Nokia?
Samsung dan Google menjadi dua perusahaan yang ikut mengajukan penawaran untuk Nokia Health.

Jakarta: Saat Nokia mengakuisisi Withings, perusahaan asal Prancis yang dikenal masyarakat berkat perangkat terhubung terkait kesehatan seperti sistem tidur cerdas, pelacak aktivitas, dan pengawas tekanan darah, Nokia menjanjikan awal dari babak baru yang menarik dalam riwayat Nokia Technologies.

Dua tahun kemudian, perusahaan asal Finlandia tersebut mencari pembeli untuk divisi yang kini telah berubah nama menjadi Nokia Health. Surat kabar di Prancis, LeMonde, melaporkan sejumlah perusahaan kini berkompetisi untuk mendapatkan bisnis kesehatan tersebut.

Sejumlah perusahaan tersebut termasuk Google, Samsung, serta perusahaan berbasis di Prancis dan di wilayah Eropa lainnya. Nokia Technologies membeli Withings pada tahun 2016 lalu, dengan nilai transaksi sebesar USD192 juta (Rp2,7 triliun), namun masih belum tersedia informasi terkait penawaran harga yang diajukan untuk Nokia Health.

Google dan Samsung menjadi salah satu penawar, LeMonde menyakini bahwa salah satu perusahaan asal Prancis akan menempati posisi utama, akibat pentingnya sektor teknologi Artificial Intelligence (AI) pda wilayah tersebut.

Sementara itu pada tahun lalu, Nokia mengumumkan pada laporan finansial per kuartalnya, aset Withings bernilai sekitar EUR140 juta atau USD172 juta (Rp2,4 triliun).

Hal ini mendasari prediksi bahwa Nokia akan menawarkan Nokia Health dengan harga lebih rendah dari yang dibayarkannya pada dua tahun lalu. Sebelumnya, HMD Global, pemilik lisensi merek Nokia, berencana meluncurkan Nokia X baru pada 27 April mendatang.

Sementara itu, informasi yang beredar menyebut bahwa HMD berencana menghadirkan versi baru dari Nokia 2010. Ponsel ini tidak akan diumumkan hingga tahun 2019 mendatang untuk menandai ulang tahun model tersebut ke-25, yang pertama kali diluncurkan tahun 1994.

Selain itu, Nokia mengumumkan telah menciptakan software berbasis AI yang menyediakan layanan Cognitive Analytics for Customer Insight, atau analisis kognitif untuk mengetahui informasi pelanggan, terutama dari segi kepuasan terhadap layanan perusahaan.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.