CES 2018

Oculus Kerja Sama dengan Xiaomi, Luncurkan Oculus Go dan Mi VR Standalone

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 09 Jan 2018 12:00 WIB
facebookxiaomivirtual realityces 2018
Oculus Kerja Sama dengan Xiaomi, Luncurkan Oculus Go dan Mi VR Standalone
Xiaomi akan memanufaktur Oculus Go. (TechCrunch)

Jakarta: Facebook VP of VR, Hugo Barra membuat pengumuman dalam konferensi pers Qualcomm pada CES 2018. Dia mengumumkan kerja sama antara Xiaomi, Qualcomm dan Facebook untuk membuat headset VR (Virtual Reality) mandiri.

Mengingat sebelum ini Barra bertanggung jawab atas pengembangan Xiaomi secara internasional, hal ini bukanlah hal yang aneh. 

"Xiaomi adalah rekan hardware kami untuk meluncurkan Oculus Go secara global," kata Barra, seperti yang dikutip dari TechCrunch. "Oculus dan Xiaomi mengumumkan produk VR mandiri yang didesain secara khusus untuk pasar Tiongkok."

Memang, sebelum ini, Facebook telah mengumumkan keberadaan Oculus Go. Namun, perusahaan media sosial tersebut belum mengumumkan ketersediaan headset VR tersebut di pasar. Tampaknya, Xiaomi akan bertanggung jawab atas manfauktur dari Oculus Go untuk suplai di hampir seluruh dunia. 

Selain itu, Xiaomi juga akan meluncurkan headset VR mandiri yang ditujukan khusus untuk pasar Tiongkok. Headset yang dinamai Mi VR Standalone itu memiliki desain dan cara kerja yang sama dengan Oculus Go. 

Oculus Go bisa bekerja tanpa PC atau smartphone. Headset seharga USD199 (Rp2,7 juta) itu memiliki semua komponen yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi dan game VR.

Oculus Go dan Mi VR Standalone akan menggunakan antarmuka dan SDK (Software Development Kit) yang berbeda. Headset Xiaomi akan menggunakan Mi VR SDK, sementara Oculus Go akan memanfaatkan Oculus Platform SDK. 

Baik Oculus Go dan Xiaomi VR Standalone menggunakan Qualcomm Snapdragon 821 dan layar WQHD LCD. Keduanya bisa menjalankan aplikasi dan game untuk Gear VR. VP of Mi Ecosystem dan Head of Mi Lab, Xiaomi, Thomas Tang memamerkan kedua headset itu secara berdampingan dan bercanda bahwa keduanya adalah perangkat yang sama dengan dua logo yang berbeda. 

Saat ini, Facebook memang masih dilarang beroperasi di Tiongkok, sementara Xiaomi adalah merek yang cukup ternama. Itu bisa jadi alasan mengapa Facebook dan Xiaomi memutuskan menggunakan nama Xiaomi untuk menjual headset VR di Tiongkok. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.