CES 2018

Terima Ancaman Pembunuhan, Bos FCC Batal Hadir di CES 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 05 Jan 2018 14:47 WIB
ces 2018
Terima Ancaman Pembunuhan, Bos FCC Batal Hadir di CES 2018
Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat Ajit Pai.

Jakarta: Buntut dari penghapusan netralitas internet (net neutrality) bulan Desember lalu di Amerika Serikat rupanya maish berlanjut. Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC) Ajit Pai dikabarkan menerima surat ancaman.

Informasi tersbeut dikabarkan oleh Recode, setelah beberapa hari sebelumnya Pai mengkonfirmasi dirinya tidak hadir di gelaran tahunan CES 2018 Las Vegas, Amerika Serikat. Padahal, selama ini dirinya selalu hadir untuk memberikan pidato singkat di ajang global tersebut.

Meskipun beragam pihak bungkam dan tidak menjelaskan alasan Pai batal menghadiri cara yang akan digelar pekan depan tapi, Recode berhasil mendapatkan informasi bahwa Pai menerima surat ancaman.

Tentu saja, hal ini mendapat perhatian serius sebab ini adalah kali kedua Pai beserta jajaran FCC mendapatkan ancaman atas keselamatannya. Pada bulan Desember lalu menjelang pengambilan keputusan terkait netralitas internet, dirinya juga mendapatkan ancaman bom.

Seperti yang diketahui beberapa bulan lalu warganet termasuk masyarakat di Amerika Serikat melakukan demonstrasi atas kebijakan FCC di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump untuk menghapus netralitas internet.

Netralitas internet adalah kebijakan bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk mengakses internet, tanpa ada perbedaan baik dari kecepatan, konten, dan lainnya terkait layanan internet yang diterima.

Akibat dihapusnya kebijakan ini, kini internet di Amerika Serikat diibaratkan memiliki dua jalur. Jalur koneksi cepat dan jalur koneksi lambat. Dihapusnya kebijakan ini membuat penyedia internet berhak memberikan layanan prioritas dan khusus bagi sebuah perusahaan.

Dampaknya ke pengguna internet tentunya sangat besar. Mereka kini harus siap-siap membayar lebih atas layanan internet yang mereka gunakan tergantung model dan harga layanan yang ditetapkan oleh penyedia internet.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.