Startup Jual-Beli Bitcoin Indonesia Dapat Investasi dari East Ventures

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 24 Nov 2017 16:09 WIB
bitcoinstartup
Startup Jual-Beli Bitcoin Indonesia Dapat Investasi dari East Ventures
CEO Bitcoin.co.id Oscar Darmawan.

Jakarta: Bitcoin.co.id baru saja mendapatkan kucuran dana dalam jumlah yang tidak disebutkan dari East Ventures. Startup yang bergerak di bidang cryptocurrency atau aset digital ini didirikan oleh Oscar Darmawan dan William Sutanto pada bulan Mei 2013.

Ketika itu, mereka hanya membuat Bitcoin.co.id sebagai alat komunikasi antara pengguna Bitcoin di Indonesia serta menjadi sumber berita terkait Bitcoin dengan bahasa Indonesia.

Kemudian, mereka sadar bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh komunitas Bitcoin di Indonesia adalah terkait transaksi. Menjual dan membeli Bitcoin di Indonesia bukanlah perkara mudah.

Karena itulah, pada Februari 2014, Bitcoin.co.id diubah menjadi Bitcoin Exchange profesional. Di sini, Anda bisa melakukan jual beli Bitcoin. Dalam waktu satu tahun, mereka berhasil menjadi Bitcoin Exchange terbesar di Asia Tenggara.

Selain Bitcoin, startup dengan ratusan ribu pengguna ini sebenarnya juga menyediakan aset digital lain seperti Ethereum, Ripple, Litecoin dan Waves.

"Saya melihat era teknologi publik blockchain seperti Bitcoin maupun Ethereum ini baru dimulai, masih sangat besar potensi pasar yang dapat diraih. Berbagai regulator juga mulai semakin mendukung inovasi ini," kata Oscar yang juga menjabat sebagai CEO Bitcoin.co.id.

"Saya selalu percaya teknologi publik blockchain ini adalah salah satu jawaban untuk membantu inklusi keuangan mendapatkan akses ke dunia finansial."

"Kami percaya blockchain dapat mengatasi berbagai masalah yang ada di Indonesia, mengubah cara kita berbisnis, mengurangi biaya transaksi, menjaga integritas, mempercepat verifikasi dan mengurangi single-point-of-failure dengan konsep desentralisasi,” kata Managing Partner East Ventures Willson Cuaca. 

Oscar juga menjelaskan, sekarang, Bitcoin.co.id juga terus berusaha memberikan edukasi pada masyarakat Indonesia. Selain itu, mereka juga berencana untuk melakukan ekspansi ke negara-negara lain di Asia Tenggara. 


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.