Mastercard TechXhibit 2017 Digelar, Kenalkan Dampak Teknologi untuk Wisata

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 03 Nov 2017 19:08 WIB
teknologimastercard
Mastercard TechXhibit 2017 Digelar, Kenalkan Dampak Teknologi untuk Wisata
Dari kanan ke kiri, Tommy Singgih, Director Mastercard Indonesia; Millie Stephanie Lukito, CEO & Bureau Chief, Mobiliari Group; dan BCA.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari ini Mastercard resmi menggelar konferensi sekaligus eksibisi mengenai peran dan dampak teknologi bagi industri perjalanan wisata atau travel di The Westin, Jakarta.

Acara bernama Mastercard TechXhibit 2017 yang bertajuk "How Technology Drives The Travel Industry" menjadi ajang bagi para pelaku teknologi dan industri travel. Mereka duduk bersama membahas bagaimana teknologi bisa membantu industri perjalanan wisata.

Selama dua hari, Mastercard TechXhibit 2017 membagikan hal-hal menarik lewat beberapa sesi diskusi. Mulai dari diskusi tentang industri perjalanan wisata hari ini, manfaat teknologi online bagi industri travel, layanan fintech bagi industri travel, dan banyak lagi.

"Acara ini merupakan wadah bertukar ide, pemikiran, dan gagasan dengan hadirnya para pembicara terkemuka dari brand-brand ternama dengan mengangkat topik secara signifikan dipercaya akan memiliki dampak positif bagi masyarakat maupun pebisnis berbasis travel-tech," tutur CEO & Bureau Chief Mobiliari Group, Millie Stephanie Lukito sebagai penggagas acara ini.

Dalam acara tersebut, juga dipaparkan bukti bahwa teknologi saat berpengaruh terhadap keinginan seseorang untuk berwisata. Dari laporan terbaru yang dirilis oleh Mastercard-HalalTrip yang berjudul Muslim Millenial Travel Report 2017 disebutkan bahwa teknologi berpengaruh terhadap keinginan seseorang untuk berwisata.

Hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar wisatawan muda khususnya segmen wisatawan Muslim yang mencapai nilai sebesar USD100 miliar.

Diperkirakan bahwa para wisatawan Muslim milenial akan membelanjakan uang mereka mencapai lebih dari USD100 miliar pada tahun 2025, sementara secara keseluruhan segmen perjalanan Muslim diperkirakan akan mencapai USD 300 miliar di tahun 2026. Indonesia menjadi negara yang sangat penting karena sebagai negara yang pemeluk agama Islam terbesar di dunia.


(MMI)