Co-Founder Vine Bakal Garap Proyek Baru

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 01 Dec 2017 08:33 WIB
twitter
Co-Founder Vine Bakal Garap Proyek Baru
Co-founder Vine menyebut akan menghidupkan kembali aplikasi tersebut.

Jakarta: Vine merupakan aplikasi popular yang dihadirkan Twitter pada tahun 2012 lalu, dan ditutup pada awal tahun 2017 ini. Namun Vine dilaporkan akan memiliki aplikasi lanjutan, yang dikonfirmasikan oleh Co-founder dan CEO Vine Dom Hofmann.

Hofmann memutuskan untuk menghidupkan kembali aplikasi Vine dalam format berbeda, yang diklaim lebih menarik jika dibandingkan dengan Vine versi terakhir sebelum resmi dihapus. Hofmann baru-baru ini menggunggah kicauan terkait rencananya untuk menghadirkan kelanjutan dari Vine.

Namun, Hofmann masih enggan untuk berbagi informasi detil terkait denga rencana tersebut. Ia menyebut akan mendanai proyek tersebut sebagai "proyek luar". Hal ini karena ia telah terlibat dalam proyek menarik lain, yaitu sebuah startup yang disebut sebagai Interspace.

Meskipun demikian, penggemar Vine mungkin akan menyambut baik pengumuman Hofmann tersebut, sebab ia cukup sibuk menangani Interspace. Proyek tersebut akan membutuhkan waktu cukup lama hingga dapat menghasilkan produk untuk penggunanya.

Sementara itu, Twitter menguji fitur baru yang disebut Bookmarks. Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan kicauan yang mereka suka secara privat, sehingga hanya mereka yang bisa melihat tweet tersebut.

Twitter mengumumkan akan mulai menghapus lencana verifikasi dari sejumlah akun yang dinilai memberikan dampak kurang menyenangkan. Twitter mulai menghapus tanda centang biru dari sejumlah akun terkait dengan hak asasi.

Setelah mengumumkan peningkatan dukungan jumlah karakter dalam satu unggahan sebanyak 240 karakter, Twitter kembali mengumumkan dukungan hingga 50 karakter pada nama akun pengguna pada kolom profil.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

6 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.