Cepatnya Proses Sertifikasi Bisa Tekan Jumlah Ponsel Ilegal

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Feb 2018 12:04 WIB
kominfosmartphone
Cepatnya Proses Sertifikasi Bisa Tekan Jumlah Ponsel Ilegal
Ilustrasi.

Jakarta: Salah satu rencana Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara adalah  mempercepat pembangunan jaringan broadband hingga ke wilayah terluar Indonesia.

Dia percaya, jika akses internet broadband semakin luas, hal itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Palapa Ring menjadi salah satu program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperluas jaringan internet.

Namun, kehadiran perangkat mobile juga memiliki peran yang sama penting dengan keberadaan jaringan internet yang memadai. Karena itulah, Kemenkominfo berusaha membuat pelayanan sertifikasi perangkat menjadi lebih cepat. 

Jika sebelumnya proses sertifikasi dapat memakan waktu dua bulan, kini, proses tersebut bisa diselesaikan dalam waktu dua hari. Hal ini diharapkan akan dapat menekan jumlah barang ilegal yang masuk ke pasar Indonesia. 

“Seharusnya orang tidak melakukan penyelundupan lagi. Sertifikasi telepon seluler yang sebelumnya bisa memakan waktu sampai 2 bulan sekarang hanya menjadi 2 hari dengan menggunakan test report dari laboratorium terakreditasi mana saja yang disertai sejenis letter of undertaking, “ kata Rudiantara dalam acara pemusnahan produk Ilegal yang diadakan di Kantor Bea dan Cukai pada Kamis, 14 Februari 2018.

Vendor smartphone yang ingin mendapatkan sertifikasi bisa mengunjungi situs e-sertifikasi dan mengirimkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan sertifikasi perangkat, seperti deklarasi kesesuain sesuai SNI ISO/IEC 17050, laporan pengujian perangkat telekomunikasi dan salinan administrasi.

Setelah itu, Surat Perintah Pembayaran (SP2) akan dikeluarkan. Setelah pemohon membayar SP2, maka sertifikat perangkat akan dikeluarkan dalam waktu kurang dari 24 jam. Vendor yang ingin melakukan konsultasi juga bisa datang  menemui petugas Loket Pelayanan Perizinan di Gedung Menara Merdeka.

Sejauh ini, telah ada 43 merek perangkat mobile dengan 294 model yang telah memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri sebesar 30 persen. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.