Dipercaya akan Ubah Dunia, Blockchain Jadi Topik Konferensi CTI 2018

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 20 Feb 2018 16:19 WIB
corporatecti groupBlockchain
Dipercaya akan Ubah Dunia, Blockchain Jadi Topik Konferensi CTI 2018
Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan. (Medcom.id)

Jakarta: Blockchain akan menjadi tema yang diangkat oleh CTI dalam IT Infrastructure Summit karena dianggap akan menjadi teknologi berikutnya yang merevolusi industri.

Tahun ini akan menjadi tahun kelima konferensi tersebut digelar. Saat ditemui di Plaza Senayan, Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan menyebutkan bahwa Infrastructure Summit yang diadakan oleh CTI memang selalu membahas teknologi yang sedang menjadi tren. 

"Kami membahas teknologi apa yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi teknologi yang akan diadopsi oleh pelaku bisnis," kata pria yang kerap disapa Rachmat ini. "Tahun ini adalah blockchain, tahun lalu adalah machine learning."

Sekilas, dia menjelaskan tentang sejarah blockchain, yang ditemukan pada 2008 oleh Satoshi Nakamoto yang merupakan anonim dan hingga kini tidak diketahui identitasnya. Salah satu contoh aplikasi blockchain adalah mata uang virtual seperti bitcoin.

Rachmat menjelaskan, salah satu industri yang akan terkena pengaruh paling dulu karena adanya blockchain adalah perbankan. "Sekarang, jika kita hendak melakukan transfer uang, kita tidak bisa melakukannya sendiri, tapi harus melalui bank," ujarnya.

Namun, dia mengatakan, dengan adanya teknologi blockchain, posisi bank sebagai penghubung tidak lagi dibutuhkan karena blockchain memungkinkan seseorang melakukan transaksi langsung secara peer-to-peer atau antarindividu. 

Soal implementasi blockchain di Indonesia, Rachmat merasa hal itu masih akan sulit untuk dilakukan. "Karena bitcoin itu tidak hanya soal teknologi, tapi juga mengubah model bisnis dan tatanan bisnis," katanya.

"Banyak tantangan dari segi teknologi dan dari segi perubahan itu sendiri." Dia menyebutkan, penggunaan blockchain juga tidak hanya mengubah sebuah perusahaan, tapi ekosistem dalam industri. 

Meskipun begitu, sudah ada perusahaan yang menggunakan blockchain. Salah satunya adalah Pos Indonesia. Selain itu, Rachmat menyebutkan ada beberapa bank dan perusahaan asuransi yang mulai tertarik untuk menggunakan blockchain.

Dia memperkirakan, blockchain akan mulai marak digunakan di dunia sekitar 4-5 tahun lagi. Hal ini juga akan berdampak ke Indonesia. Rachmat sadar, Indonesia merupakan salah satu negara yang pemerintahnya skeptis terhadap penggunaan cryptocurrency, yang merupakan salah satu aplikasi blockchain.

Sebelum ini, Bank Indonesia telah melarang penggunaan bitcoin atau mata uang virtual lainnya sebagai alat pembayaran. Meskipun begitu, dia yakin, mau tidak mau, teknologi blockchain akan merambah Indonesia. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.