Peneliti Keamanan Siber Klaim Bisa Kecoh Face ID iPhone X

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 13 Nov 2017 16:07 WIB
appleiphonecyber securityiphone x
Peneliti Keamanan Siber Klaim Bisa Kecoh Face ID iPhone X
Peneliti keamanan siber berhasil menemukan cara untuk mengecoh Face ID pada iPhone X.

Metrotvnews.com: Ketika Apple meluncurkan iPhone X ke pasar pada 3 November, para hacker di seluruh dunia berlomba-lomba menjadi pihak pertama yang membobol Face ID, fitur autentikasi terbaru dari Apple tersebut.

Satu minggu kemudian, sekelompok hacker asal Vietnam mengklaim bahwa mereka berhasil membuat topeng dari wajah seseorang untuk membuka iPhone X miliknya. Menariknya, teknik yang mereka gunakan lebih sederhana dari yang diperkirakan sebagian ahli keamanan.

Pada hari Jumat, perusahaan keamanan asal Vietnam, Bkav merilis blog post dan video yang menunjukkan bagaimana mereka membobol fitur Face ID menggunakan topeng yang dicetak dengan 3D printer menggunakan plastik, silikon, make up dan gambar pada kertas.

Ketika semua itu digabungkan, maka ia bisa digunakan untuk menipu Face ID. Dalam demonstrasi ini, yang belum dikonfirmasi oleh peneliti keamanan lain, Bkav berhasil mengecoh Face ID.



Namun, seperti yang disebutkan oleh Wired, para pengguna iPhone X tidak perlu khawatir mengingat proses untuk menembus fitur Face ID memerlukan waktu yang tidak sebentar dan usaha yang tidak sedikit bagi para hacker untuk memetakan wajah seseorang dan membuat topeng yang bisa mengecoh Face ID.

Meskipun begitu, Apple tetap mendapatkan kritik dari Bkav. "Apple tidak membuat fitur ini dengan baik," kata Bkav. "Face ID bisa ditipu dengan topeng, yang berarti ia bukanlah sistem keamanan yang efektif."

Meskipun Face ID menggunakan sistem inframerah canggih untuk memetakan wajah pemiliknya, para peneliti Bkav berkata bahwa mereka bisa menipu sistem tersebut dengan topeng yang cukup sederhana.

Topeng ini terdiri dari hidung silikon, mata dan bibir yang digambar pada kertas dan rangka topeng yang dicetak dengan 3D printer menggunakan hasil pindaian digital wajah calon korban.

Para peneliti ini mengaku, teknik yang mereka gunakan ini memerlukan pindaian dari wajah pemilik yang mendetail. Karena itu, kemungkinan, teknik ini hanya digunakan untuk melakukan mata-mata pada orang-orang ternama dan bukannya untuk mencuri iPhone X dari tangan orang biasa. 

"Orang-orang yang ditargetkan bukan pengguna biasa, tapi miliarder, pemimpin perusahaan besar, pemimpin negara dan agen seperti FBI perlu mengerti masalah Face ID," tulis para peneliti Bkav. 


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

5 hours Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.