Snapchat Juga Ikut Alami Masalah di Malam Tahun Baru

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 02 Jan 2018 08:15 WIB
snapchat
Snapchat Juga Ikut Alami Masalah di Malam Tahun Baru
Snapchat dilaporkan mengalami masalah pada malam pergantian tahun 2017 ke 2018.

Jakarta: Snapchat dilaporkan mengalami permasalahan pada malam menjelang pergantian tahun 2017 ke 2018, setelah sejumlah pengguna mengeluhkan kesulitan saat mengirimkan pesan kepada rekan dan keluarga.

Situs DownDetector melaporkan bahwa aplikasi Snapchat mengalami masalah sejak pukul 4:43 EST atau waktu Amerika bagian Timur. Bagan yang ditampilkan situs tersebut menunjukan bahwa keluhan mencapai puncak pada pukul 5 sore EST, dengan jumlah sebesar 2.889 keluhan.

Sebanyak 35 persen keluhan terkait Snapchat tersebut mengutarakan kesulitan dalam mengirimkan konten, atau akrab disebut sebagai snap. Sedangkan 35 persen keluhan lainnya mengungkapkan permasalahan terkait kesulitan menerima snap atau merefresh situs.

Sementara itu, 28 persen dari laporan terkait Snapchat menyebut bahwa aplikasi mengalami masalah sejak awal, dan saat berhasil diakses, aplikasi tertutup secara otomatis. Pemetaan yang dihimpun situs menampilkan keluhan terbanyak terdapat arena utara Amerika Serikat.

Wilayah lain di Amerika Serikat yang juga mengalami permasalahan pada Snapchat ini adalah Florida dan California. Di wilayah Eropa, keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna Snapchat yang berlokasi di Inggris.

Grafik yang ditampilkan DownDetector menampilkan bahwa jumlah keluhan telah menurun, mengindikasikan bahwa Snapchat telah memperbaiki permasalahan secara perlahan. Snapchat diharapkan akan segara dapat berfungsi normal.

Sebelumnya, Snap memperkenalkan aplikasi unggulannya dengan desain baru, bertujuan mempromosikan aktivitas berbagi lebih pribadi antar grup pertemanan, dan mendorong konten profesional ke dalam feed terpisah.

Tencent mengakui pembelian saham Snap Inc, perusahaan pemilik Snapchat tidak bertujuan untuk memiliki layanan media sosial tersebut sepenuhnya.  Pengamat menilai bahwa pembelian saham ini merupakan strategi Tencent untuk bisa memiliki pengaruh di Amerika Serikat.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.