AS Tekan Korea Utara dengan Serangan Siber

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Oct 2017 11:13 WIB
amerika serikatkorea utaracyber security
AS Tekan Korea Utara dengan Serangan Siber
Korea Utara ditekan dengan serangan DoS dari AS. (Ed Jones/AFP/Getty Images)

Metrotvnews.com: Pemerintah Amerika Serikat pernah mencoba meretas Korea Utara. Biasanya, tujuan AS adalah untuk menghalangi ambisi militer negara tersebut, seperti menghalangi program misil mereka. Sekarang, AS ingin menggunakan serangan siber sebagai strategi diplomatis.

Presiden AS, Donald Trump telah memerintahkan untuk menekan Korea Utara, yang berujung pada AS melakukan serangan DoS (Denial of Service) pada badan mata-mata Korea Utara, Reconnaissance General Bureau (RGB). 

Keputusan untuk membanjiri server RGB dengan trafik akan membuat akses internet badan tersebut bermasalah, termasuk Bureau 121, grup yang bertanggung jawab untuk melakukan serangan siber yang diperintahkan oleh pemerintah Korea Utara. Meskipun hal ini tidak mengubah keputusan Kim Jong Un, langkah untuk melakukan siber ini memiliki keuntungan sendiri. 

Dikabarkan, inisiatif ini hanyalah langkah sementara dan hanya akan berlangsung selama setengah tahun. Trump menandatangani perintah itu pada bulan Maret dan perintah ini berakhir pada 30 September kemarin. Serangan ini juga tidak bersifat destruktif. Menurut narasumber Washington Post, serangan ini hanya membuat para hacker Korea Utara protes karena menyulitkan mereka untuk melakukan tugas mereka selama periode itu.

Pada saat yang sama, langkah ini memunculkan pertanyaan akan efektivitas penggunaan serangan siber untuk menekan sebuah negara.

Memang, melakukan serangan siber dapat membuktikan bahwa AS bisa melumpuhkan kemampuan sebuah negara untuk melakukan serangan siber, tapi dikhawatirkan, hal ini justru akan membuat situasi menjadi semakin panas.

Mengingat Korea Utara adalah negara yang menganggap kicauan Trump sebagai deklarasi perang, bisa jadi mereka menganggap serangan DoS ini sebagai tindakan serangan yang harus dibalas. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.