Google Tambal Celah Keamanan Android Oreo

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 22 Dec 2017 14:21 WIB
google
Google Tambal Celah Keamanan Android Oreo
Google mengumumkan sejumlah perbaikan fitur keamanan untuk Android Oreo.

Jakarta: Sejak tersedia di perangkat Pixel dan Nexus, Google bekerja keras memperbaiki keamanan platform mobile tersebut. Kini Google mengumumkan sejumlah perbaikan terkait keamanan yang dikembangkannya selama beberapa bulan terakhir.

Sejumlah fitur keamanan yang telah diimplementasikan termasuk perbaikan yang menjadikan platform lebih aman untuk mengunduh aplikasi dan menghilangkan protokol jaringan tidak aman. Sementara itu, fitur lainnya diperkirakan akan dirilis dalam waktu dekat.

Google juga mengonfirmasi bahwa perusahaannya tengah memperluas dukungan terkait keamanan hardware. Hal tersebut berarti Google telah menambahkan implementasi referensi untuk Verified Boot yang dijalankan dengan menggunakan Project Treble.

Verified Boot merupakan fitur keamanan khusus yang dirancang untuk mencegah perangkat melakukan booting, dengan memanfaatkan software yang telah disematkan. Implementasi keamanan lebih baik ini disebut sebagai Android Verified Boot 2.0 (AVB).

AVB menawarkan sejumlah fitur menarik yang memungkinkan penerimaan update dan fitur keamanan dengan lebih mudah, termasuk perlindungan saat mengembalikan data. Perlindungan tersebut akan mencegah perangkat melakukan boot saat sistem operasi diturunkan ke versi lebih lama.

Perlindungan tersebut dinilai Google hal penting sebab penurunan sistem operasi meningkatkan peluang kerentanan terhadap eksploitasi berbahaya. Android Oreo kini juga dilengkapi dengan OEM Lock Hardware Abstraction Layer (HAL) baru.

OEM Lock HAL baru tersebut menawarkan produsen perangkat fleksibilitas lebih baik terkait dengan cara melindungi perangkat saat dalam kondisi terkunci, tidak terkunci atau tidak dapat dikunci.

Google berharap fitur keamanan barunya tersebut dapat membantu pengguna melindungi perangkat dengan lebih baik. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.