Levi Terapkan Digitalisasi untuk Produksi Celana Jeans, Seperti Apa?

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 05 Mar 2018 14:25 WIB
teknologi
Levi Terapkan Digitalisasi untuk Produksi Celana Jeans, Seperti Apa?
Levi memanfaatkan teknologi laser untuk menghadirkan produk bebas bahan kimia berbahaya.

Jakarta: Levi Strauss memperkenalkan teknik digitalisasi bertajuk Project FLX (Future-Led Execution). Teknik ini memanfaatkan laser untuk secara etis menciptakan desain pada celana jeans, menggantikan teknik manual yang dilakukan oleh pekerja.

Teknik tersebut akan melewati langkah yang melibatkan bahan kimia berbahaya dan mengurangi keterlibatan pekerja secara intensif, mempersingkat proses produksi celana jeans dari 18 hingga 24 langkah menjadi tiga langkah.

Levi juga berencana untuk menerapkan teknik ini ke seluruh rantai denim milik perusahaannya. Penghematan langkah ini juga mendukung oleh penghematan waktu yang dibutuhkan proses produksi. Umumnya secara tradisional aplikasi desain secara manual membutuhkan waktu 8, 10, hingga 12 menit, namun via teknik laser ini menjadi sekitar 90 detik.

Laser ini menggunakan teknologi inframerah untuk secara ringan menggoreskan desain ke lapisan atas permukaan celana jeans, menciptakan garis memudar dan robekan kecil.

Levi menyebut selama 30 tahun terakhir, industri pakaian secara umum mengaplikasikan sentuhan akhir yang dilakukan dengan tangan dan proses kimiawi, guna menciptakan desain pudar dan kesan jeans yang telah digunakan.

Kini, Levi berkomitmen untuk menjadi perusahaan penghasil produk tanpa bahan kimia berbahaya pada tahun 2020. Levi juga menyebut akan berupaya mengurangi jumlah bahan kimia yang digunakannya, dari ribuan menjadi beberapa lusin, selama proses penyelesaian produksi dilakukan dengan teknologi laser ini.

Sebagai bagian dari proyek ini, perancang Levi juga menggunakan alat gambar baru untuk menciptakan pola dan sentuhan akhir berbeda pada celana jeans, menggunakan tablet untuk menciptakan prototipe.

Platform ini memungkinkan perancang untuk menyesuaikan warna, dan mengendalikan desain dari robekan besar dan kecil. Prototipe celana jeans umumnya digunakan dengan menggunakan bahan kimia dan perobekan manual atau sedikit memudarkan fisik celana jeans tertentu.

Levi juga menyebut bahwa alat digital baru ini akan memangkas separuh dari waktu pengembangan, dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu, dan bahkan beberapa hari. File digital yang diciptakan juga dapat dikirimkan ke mesin laser untuk menciptakan prototipe dan bahkan produksi berskala besar.

Levi mengantisipasi platform digital ini akan diimplementasikan sepenuhnya pada tahun 2020 mendatang. Sementara itu pada tahun lalu, Adidas memanfaatkan teknologi dengan memungkinkan pembeli merancang sweater mereka menggunakan pemindai tubuh laser dan sensor cahaya di toko pop-up di Berlin, Jerman.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.