Percaya Bumi Datar, Pria Ini Buat Roket untuk Ambil Foto Bukti

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 22 Nov 2017 15:31 WIB
antariksasains
Percaya Bumi Datar, Pria Ini Buat Roket untuk Ambil Foto Bukti
(Waldo Stakes / HO courtesy of Mad Mike Hughes via AP)

Jakarta: Ingin membuktikan konspirasi Bumi bulat dari para astronot, seorang pria asal California berencana untuk terbang menggunakan roket yang dia buat dari besi bekas. Penerbangan setinggi 1.800 kaki ini akan dilakukan pada hari Sabtu. 

Kepada Associated Press, Mike Huges berkata bahwa penerbangannya ini akan menjadi fase pertama dalam program Bumi datar miliknya, jika dia tidak mati dalam penerbangan berkecepatan 500 mil per jam tersebut.

Tujuan akhir Huges adalah menerbangkan dirinya hingga berada di ketinggian yang cukup untuk dapat mengambil foto dari Bumi yang dia percaya berbentuk layaknya cakram. 

"Itu akan menghentikan kabar bahwa Bumi bulat," kata Hughes dalam wawancara pengumpulan dana untuk penerbangan tersebut bersama grup Bumi datar. Ada banyak teori yang dibahas dalam wawancara, mulai dari teori NASA dikendalikan oleh grup yang ingin menguasai dunia sampai Elon Musk membuat roket palsu. 

Hughes berjanji pada komunitas Bumi datar bahwa dia akan mengekspos konspirasi itu dengan roket tenaga uap buatannya, yang akan diluncurkan menggunakan peluncur mobile yang telah dimodifikasi. Menariknya, dia mengaku bahwa masih ada banyak hal yang harus dia pelajari tentang pembuatan roket. 

"Semua teknologi ini," katanya dalam sebuah wawancara pada bulan Juni. "Saya benar-benar tidak mengerti."

Meskipun begitu, Huges bukannya teknisi yang tidak kompeten. Pada 2002, dia memecahkan Guiness World Record dalam lompatan terjauh menggunakan mobil. Selain itu, dia juga telah mengembangkan roket selama bertahun-tahun, meski hasilnya tidak selalu sukses. 

Hughes pertama kali membuat roket dengan awak pada 2014. Dia berhasil terbang sejauh seperemat mil melalui Winkelman, Ariz. Namun, seperti yang bisa Anda lihat pada video di bawah, penerbangan itu berakhir dengan Hughes ditarik keluar dari roket. Luka yang didapatkan ketika itu memaksanya menggunakan alat bantu berjalan selama 2 minggu. 




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.