Langgar Paten, Apple Dituntut Rp3,8 Triliun

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 03 Oct 2016 15:17 WIB
apple
Langgar Paten, Apple Dituntut Rp3,8 Triliun
Apple mengalami kekalahan dari VirnetX dan mengharuskannya membayar ganti rugi sebesar USD302 juta.

Metrotvnews.com: Juri federal Texas, Amerika Serikat memerintahkan Apple Inc untuk membayar lebih dari USD302 juta atau sekitar Rp3,8 triliun kepada VirnetX Holding Corp. Perintah ini sebagai hukuman dari kekalahan Apple di sidang banding terkait dengan paten teknologi keamanan.

Apple dituntut VirnetX Holding Corp dengan tuduhan telah menggunakan teknologi keamanan karyanya tanpa izin di sejumlah fitur, termasuk pada aplikasi konferensi video miliknya, yaitu FaceTime.

Vonis ini juga membatalkan keputusan sebelumnya, yang menyebut Apple berhutang sebesar USD625,6 juta atau Rp7,82 triliun kepada VirnetX.

VirnetX dan Apple telah menempuh jalur hukum dalam memperebutkan paten ini selama beberapa tahun terakhir. Kasus ini dimulai pada tahun 2010 saat VirnetX mendaftarkan tuntutannya ke pengadilan federal Eastern District of Texas, dan mengklaim Apple telah melakukan pelanggaran terhadap empat paten pengamanan jaringan, yang dikenal sebagai jaringan pribadi virtual, dan tautan komunikasi aman.

Pada tahun 2012, salah seorang juri mengabulkan tuntutan senilai USD368,2 juta atau IDR4,6 triliun, namun U.S. Court of Appeals for the Federal Circuit di Washington, D.C, menolak keputusan tersebut dengan alasan terjadi permasalahan pada instruksi hakim kepada juri untuk menilai kasus tersebut.

Perwakilan Apple menolak untuk berkomentar terkait dengan keputusan dari tuntutan tersebut. Sementara itu, pengacara yang mewakili pihak VirnetX juga belum dapat dihubungi. Namun, menurut dokumen di pengadilan, Apple akan menghadapi banding lainnya yang diperkirakan bernilai lebih tinggi.

Apple juga akan menghadapi pengadilan untuk tuntutan kedua terkait pelanggaran yang dilakukannya pada versi terbaru fitur keamanan Apple, serta pada aplikasi iMessage. Sementara itu, dokumen pengadilan juga menyebut VirnetX telah memberiakn izin sebanyak empat paten pada Science Application Internasional Corp, pada tahun 2006.

Tidak hanya VirnetX, Apple juga menghadapi tuntutan terkait pelanggaran paten WiFi oleh Caltech University, dan serta terkait dengan paten pengisian daya baterai, dan juga harus membayarkan denda sebesar USD25 juta.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.