Pasar Robot Kolaboratif Asia Bakal Tumbuh Pesat Hingga 2019

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 04 Oct 2016 13:56 WIB
robot
Pasar Robot Kolaboratif Asia Bakal Tumbuh Pesat Hingga 2019
Robot kolaboratif semakin diinati oleh pelaku industri

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah laporan baru mengatakan robot kolaboratif merupakan salah satu faktor pendorong berkembangnya pasar otomatisasi industri.

Dalam laporan yang dirangkup di World Robotics Report 2016 oleh Federasi Robotika Internasional (IFR) mengatakan robot kolaboratif ringkas yang ramah pengguna akan menjadi pendorong utama di pasar otomatisasi.

Laporan IFR tersebut juga memprediksi penjualan tahunan robot industri di seluruh dunia akan meningkat setidaknya rata-rata 13 persen per tahun dari tahun 2017 hingga 2019.

Menurut Universal Robots, salah satu pemain di pasar robot kolaboratif, Kolaborasi antara manusia dan robot akan mengalami "terobosan" selama periode tersebut. Selain itu, Universal Robots juga mengkonfirmasi pertumbuhan pasar otomatisasi pada industri. Hal tersebut menurutnya dapat terlihat dari jumlah penggunaan robot kolaboratif yang semakin meningkat.

"Lebih dari 10.000 cobot kami yang saat ini digunakan di seluruh dunia menggambarkan potensi pertumbuhan dramatis teknologi otomatisasi yang sangat berpengaruh. Kami memungkinkan perusahaan kecil dan menengah (UKM) untuk mengoptimalkan daya saing mereka di panggung global dengan periode balik modal yang terdepan di industri ini," ujar Chief Commercial Officer Universal Robots, Daniel Friis.
 
Bidang industri yang diprediksi oleh IFR akan semakin banyak mengadopsi robot kolaboratif antara lain adalah industri otomotif, plastik, perakitan elektronik dan peralatan mesin.

Industri-industri ini merupakan sektor utama di Asia Tenggara, yang mana Universal Robots juga melihat traksi yang kuat.

Di wilayah Asia, IFR juga memperdiksikan pertumbuhan robot yang kuat dan berkesinambungan. Laporan terbaru menunjukkan kenaikan pasokan robot tahun ini sebesar 18 persen, sementara instalasi diperkirakan akan meningkat sebesar 15 persen. 

Tiongkok diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan robot dan akan memperluas dominasinya dengan hampir 40 persen dari pasokan robot global terpasang di Tiongkok pada tahun 2019. Hal tersebut juga yang menjadi alasan Universal Robots untuk fokus ke wilayah Asia saat ini.

"Asia merupakan area fokus yang kuat bagi Universal Robots. Kami  terus memperluas jaringan distributor kami ke wilayah di mana para pelanggan semakin banyak menggunakan produk kami," ujar Friis.


(MMI)