LINE Ingin Gali dan Dukung Developer Game Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 06 Oct 2016 18:24 WIB
line
LINE Ingin Gali dan Dukung Developer Game Indonesia
Matthew Tanudjaja, Global Engineer Line Indonesia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menamakan diri sebagai Smart Portal, LINE juga menyebut ingin menggali talenta kreatif di Indonesia dan mendukungnya untuk dapat dikenal luas oleh masyarakat, baik lokal maupun global. Hal ini disampaikan pada pengumuman LINE Creativate 2016 hari ini.

"LINE menyadari potensi dan talenta yang dimiliki Indonesia besar. Dengan dukungan user base LINE yang besar, LINE ingin membantu talenta tersebut untuk dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi, melalui ajang LINE Creativate 2016 ini," ujar Managing Director LINE Indonesia, Ongki Kurniawan.

Pada ajang LINE Creativate 2016, LINE mengajak talenta di bidang pengembangan game untuk memamerkan karya mereka melalui kompetisi LINE Game. Untuk dapat mengikuti kompetisi ini, LINE menyebut peserta haruslah pengembang indie, bukan pengembang yang mewakili perusahaan penerbit besar.

Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi pengembang game skala kecil dan menengah untuk dapat memasarkan produk karya mereka kepada masyarakat lebih luas dengan lebih mudah.

Melalui ajang ini, LINE ingin memberikan dukungan kepada pengembang game yang memiliki produk baik, namun memiliki hambatan dalam hal pemasaran.

Kesulitan terkait pemasaran yang dialami pengembang game skala kecil ini dinilai LINE juga disebabkan oleh keterbatasan biaya yang dimilikinya. Karenanya, LINE menawarkan dukungan kemudahan promosi yang dapat menghemat biaya pemasaran.

Pada kompetisi ini, LINE akan memilih tiga game terbaik dari pengembang peserta, yang akan dibantu untuk dipromosikan sebagai LINE Game resmi. Saat disinggung soal dukungan selain dalam hal pemasaran, LINE mengaku tidak mempersiapkan dukungan dalam bentuk lainnya.

"Melalui ajang ini, LINE ingin memberikan dukungan kepada pengembang game dalam hal pemasaran. Karena LINE percaya, secara teknis, pengembang game di Indonesia sudah tidak lagi membutuhkan dukungan," ujar Global Engineer Line Indonesia, Matthew Tanudjaja.

Ketiga pengembang dengan game terbaik yang terpilih pada ajang ini juga akan menjadi pengembang game lokal pertama yang akan tersedia di layanan LINE. Sebab, lanjut Matthew, ranah game LINE saat ini masih didominasi oleh pengembang game asal luar negeri.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.