Telkomsel Kembali Gelar NextDev Competition

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 14 Jul 2017 20:14 WIB
telkomseltelekomunikasistartup
Telkomsel Kembali Gelar NextDev Competition
Telkomsel gelar NextDev 2017

Metrotvnews.com, Jakarta: Selain NextDev Academy, Telkomsel juga mengadakan NextDev Competition. Kompetisi ini digelar sebagai alat inkubasi untuk startup pengembang aplikasi.

Ini adalah tahun ketiga Telkomsel mengadakan NextDev Competition. Sejauh ini, kompetisi untuk para developer muda ini telah menjaring sekitar 1.400 aplikasi. 

“Kami berupaya mewadahi potensi generasi muda yang memanfaatkan teknologi secara tepat guna untuk berkreasi menghasilkan aplikasi digital yang mampu mengatasi masalah di masyarakat," ujar Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jumat (14/7/2017).

"The NextDev hadir untuk mendorong kontribusi positif generasi muda, di mana aplikasi digital yang dihasilkan akan mempermudah aktivitas seluruh elemen masyarakat.”

Tahun ini, Telkomsel ingin agar para peserta NextDev Competition untuk fokus membuat aplikasi yang mendukung kehidupan masyarakat, baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan. Secara khusus, Telkomsel memilih 4 bidang yang dianggap menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung yaitu, kesehatan, edukasi, agrikultur dan transportasi. 

Akan ada satu pemenang untuk masing-masing kategori tersebut. Para pemenang akan mendapatkan akses ke pasar, publisitas, pelatihan dan pendapimngan, study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri, uang tunai, peluang untuk melakukan kerja sama dengan stakeholder terkait dan perekrutan profesional untuk pertumbuhan bisnis startup

Syarat peserta adalah merupakan WNI dengan usia mulai 18 tahun hingga 30 tahun. Pendaftaran akan bisa dilakukan via situs thenextdev.id mulai besok. Menurut Alamanda Shantika, salah satu mentor dalam Next Dev Competition, keberadaan NextDev Competition dan Academy penting karena saat ini, startup di Indonesia masih memerlukan edukasi. 

Alamanda mengatakan, masih ada jarak yang jauh antara startup Indonesia dengan startup asal Silicon Valley. Saat diminta untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hal ini, Shantika berkata, "Saya melihat startup bukan dari produk, tapi orang-orang di dalamnya. Kalau di dalam perusahaan tidak ada orang-orang yang bagus, tidak akan menghasilkan produk yang bagus, itu yang saya lihat. Kita ini masih ada dalam tahap edukasi. Salah satunya melalui NextDev."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.