FujiFilm: Pasar DSLR Tidak Lesu

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 27 Sep 2017 15:45 WIB
fujifilm
FujiFilm: Pasar DSLR Tidak Lesu
FujiFilm membantah klaim bahwa pasar kamera DSLR di Indonesia lesu, sebab masih memiliki peminat yang cukup tinggi.

Metrotvnews.com, Jakarta: FujiFilm menyebut pasar kamera DSLR di Indonesia tidak lesu, jika dibandingkan dengan penjualan kamera instan karyanya, yaitu Instax. Kedua lini kamera tersebut dinilai berada pada segmentasi berbeda, sehingga tidak dapat dibandingkan.

"Instax itu beda segmentasi dengan kamera DSLR. Keyword untuk Instax itu Fun, jadi menyasar anak muda sebagai target pasar utamanya. Berbeda dengan kamera digital yang hadir untuk mengikuti kebutuhan zaman ke arah digitalisasi," ujar General Manager Electronic Imaging Division FujiFilm Indonesia, Johanes J. Rampi.

Soal penjualan, lanjut Johanes, kedua lini kamera tersebut masih tergolong baik, meski saat ini FujiFilm tengah terfokus pada  sejumlah produk. Produk tersebut termasuk printer dan kamera hibrida, memungkinkan pengguna untuk memotret, mengedit dan mencetak melalui perangkat yang sama.

Belum tergolong lesu, FujiFilm mengakui terjadi penurunan di bidang kamera DSLR jika dibandingkan dengan kamera mirroless. Ukuran kamera mirrorles yang lebih ringkas jika dibandingkan dengan DLSR serta ruang pengembangan teknologi yang lebih luas dinilai menjadi alasan di balik penurunan tersebut.

Meskipun demikian, kamera DLSR masih memiliki pasar yang cukup besar dan peminat yang cukup tinggi. Kamera mirrorless FujiFilm mengalami peningkatan yang diklaim Johanes mencapai lebih dari 100 persen sejak tahun 2012, yang disimpulkan sebagai peningkatan di pasar mirrorless.

Kamera mirrorless diakui FujiFilm memiliki potensi pengembangan lebih besar jika dibandingkan dengan DSLR, termasuk pada bidang kecepatan autofokus dan daya tahan baterai. Namun, hal tersebut tidak berarti hanya teknologi tersebut yang bisa dikembangkan lebih lanjut, sebab menurut Johanes, setiap merek memiliki sudut pandang tersendiri terkait pengembangan produknya.

Sementara itu, penurunan lebih signifikasi juga disebut Johanes lebih kentara di ranah kamera compact, sebab harus menghadapi persaingan yang dihadirkan oleh kamera smartphone. Popularitas kamera smartphone mendorong penurunan pangsa pasar kamera compact sebesar 40 persen dari tahun ke tahun secara bertahap.

Sedangkan popularitas kreator konten video turut menggiurkan bagi FujiFilm, dengan meluncurkan lensa sinematik pada agustus lalu, dan akan mulai dipasarkan pada oktober mendatang.
(MMI)

Andromax Prime, Begini Rasanya Pakai Ponsel 4G Rp300 Ribu
Review Smartphone

Andromax Prime, Begini Rasanya Pakai Ponsel 4G Rp300 Ribu

2 days Ago

Andromax Prime adalah feature phone sekaligus smartphone yang tepat bagi kalangan pengguna laya…

BERITA LAINNYA
Video /