Kemenkominfo Cabut Izin Frekuensi Bolt dan First Media

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Nov 2018 11:18 WIB
kominfotelekomunikasi
Kemenkominfo Cabut Izin Frekuensi Bolt dan First Media
Izin penggunaan frekuensi Bolt dan First Media dicabut.

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mencabut izin penggunaan frekuensi radio milik PT Internux, PT First Media, dan PT Jasnia. Surat Keputusan terkait hal ini akan diterbitkan hari ini, Senin, 18 November 2018, menurut keterangan yang disampaikan oleh Plt Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu.

Itu artinya, ketiga perusahaan tidak lagi bisa menggunakan frekuensi radio 2,3GHz yang sebelumnya mereka gunakan. Tanpa izin penggunaan frekuensi radio, mereka tidak lagi bisa memberikan layanan telekomunikasi. Lalu, bagaimana jika ada yang tetap menggunakan frekuensi radio itu?

"Ini masuk tindak pidana. Kami akan tindak tegas," kata pria yang akrab dengan sapaan Nando itu ketika dihubungi oleh Medcom.id.

"Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) UU Telekomunikasi akan melakukan tindakan sesuai peraturan perundang-undangan."

Kominfo memutuskan untuk mencabut izin penggunaan frekuensi karena INternux menunggak BHP (Biaya Hak Penggunaan) frekuensi sebesar Rp343,57 miliar dan First Media menunggak Rp364,84 miliar.

Minggu lalu, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan bahwa pada evaluasi kinerja dan kewajiban operator, mereka meenmukan bahwa baik Internux maupun First Media belum membayar BHP frekuensi selama dua tahun, yaitu pada 2016 dan 2017.

Pada awal minggu lalu, Kominfo mengatakan bahwa mereka akan memberikan waktu pada Internux dan First Media hingga Sabtu, 17 November untuk melakukan pembayaran. Namun, hingga tanggal 17 November berakhir, keduanya belum membayar tunggakan BHP frekuensi.

Saat berita ini ditulis, baik Internux maupun First Media belum memberikan tanggapan atas keputusan Kominfo ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.