Apple Cegah Pihak Ketiga Perbaiki MacBook Pro dan iMac Pro

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 05 Oct 2018 10:46 WIB
apple
Apple Cegah Pihak Ketiga Perbaiki MacBook Pro dan iMac Pro
Ilustrasi Apple Store.

Jakarta: Apple dikabarkan menggunakan software diagnostik baru untuk memperbaiki MacBook Pro dan iMac Pro.

Jika software diagnostik itu tidak digunakan, maka itu akan berakhir dengan "komputer yang tidak bisa digunakan dan perbaikan yang tidak sempurna", menurut dokumen yang diberikan ke penyedia layanan resmi Apple pada bulan lalu. 

Dokumen itu didapatkan oleh MacRumors dan Motherboard. Keduanya melaporkan tentang isi dokumen itu dan implikasinya pada layanan perbaikan pihak ketiga, menurut laporan The Verge. 

Tampaknya, tanpa software khusus ini, pihak ketiga tidak akan bisa memperbaiki MacBook Pro yang mengalami masalah dengan layar, logic board, keyboard dan trackpad dan papan Touch ID.

Sementara pada iMac Pro, kunci akan secara otomatis aktif ketika Anda mengganti logic board atau flash storage dari komputer itu. Komputer tidak akan bisa digunakan sampai Apple Service Toolkit 2 -- nama software diagnostik dari Apple -- digunakan oleh salah satu penyedia layanan resmi. 

"Ada dua kemungkinan penjelasan: ini adalah praktek kuno dan mereka ingin mengendalikan ekosistem sepenuhnya dan memastikan semua perbaikan dilakukan di jaringan yang bisa mereka kendalikan," kata CEO iFixit, Kyle Wiens pada Motherboard.

"Kemungkinan lainnya adalah keamanan. Tapi saya tidak bisa membayangkan model keamanan yang sama sekali tidak mempercayai pengguna perangkat itu sendiri."

Wiens berkata, saat ini, ada pasar untuk penyedia jasa perbaikan MacBook independen. Keputusan Apple ini bisa membahayakan kelangsungan banyak bisnis kecil tersebut.

Ke depan, hal ini bahkan mungkin akan memengaruhi sekolah, mengingat sekolah sering harus memperbaiki komputer dalam jumlah banyak yang digunakan di ruang kelas. 

Tidak semua orang tinggal di kawasan yang dekat dengan Apple Store atau penyedia layanan resmi. Karena itu, penyedia layanan perbaikan pihak ketiga ini sangat membantu orang-orang yang tinggal di kawasan yang jauh dari perkotaan. 

"Ini bisa sangat merugikan bagi sekolah-sekolah, untuk orang-orang yang tinggal di kawasan pedesaan," kata Wiens. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.