Akibat Meltdown dan Spectre, Nasib Intel Seperti Apple

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 06 Jan 2018 16:13 WIB
appleintel
Akibat Meltdown dan Spectre, Nasib Intel Seperti Apple
foto: WCCFTech

Jakarta: Industri prosesor digemparkan dengan celah keamanan yang terdapat pada komponen yang mereka buat dan terancam digunakan oleh penjahat siber untuk melakukan serangan. Intel menjadi salah satu yang terpukul oleh kasus ini.

Hal ini diakibatkan pihak yang menemukan celah keamanan tersebut pertama kali ditemukan pada prosesor buatan Intel. Akhirnya kabar tersebut ramai dan Intel menjadi bulan-bulanan kritik, padahal celah keamanan tersebut ditemukan pada prosesor lainnya selain Intel.

Tentu saja kasus ini membuat Intel bernasib seperti Apple. Apple belakangan ini menerima beberapa tuntutan akibat ketahuan memperlambat performa iPhone setiap seri terlama mereka. Meskipun akhirnya mereka mengakui dan mengungkapkan alasan baik dibaliknya.

Dilaporkan Gizmodo, Intel sudah menerima tiga tuntutan pengadilan yang sifatnya class action atau diajukan oleh sekelompok orang. Tiga class action diajukan dari 3 negara bagian berbeda.

Pertama dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk California Utara yang diajukan pada tanggal 3 Januari waktu setempat, dan dua lagi diajukan kemarin dari Distrik Oregon dan Distrik Selatan Indiana. Tuntutan tersebut memprotes keterlambatan Intel mengumumkan masalah.

Serangan bernama Meltdwon dan Spectre ini sebetulnya juga sudah ditanggapi langsung oleh Intel. Intel mengumumkan telah 'menambal' celah keamanan di komponen yang dibuat selama 5 tahun terakhir.

Namun, terjadi perdebatan karena Intel mengklaim pembaruan ini tidak akan memperlambat performa perangkat tersebut. Sementara tim keamanan Google lewat pengujian menggunakan software benchmark menemukan performa perangkat menurun dari 5-30 persen.

Saat ini, Intel termasuk beberapa produsen prosesor serta perusahaan software terus menggulirkan update untuk menambal celah keamanan tersebut sebelum berdampak lebih luas ke jaringan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.