Kominfo: Kita Hanya Perlu Sikap Kooperatif Tumblr

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 07 Mar 2018 15:53 WIB
kominfo
Kominfo: Kita Hanya Perlu Sikap Kooperatif Tumblr
Layanan Tumblr didirkan pada tahun 2007 oleh David Karp.

Jakarta: Hari ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lewat konferensi pers menyatakan pihak dan operator di Tanah Air telah memblokir akses ke situs Tumblr. Alasannya, hingga saat ini Tumblr belum juga merespons teguran dari Kementerian Kominfo.

Seperti yang diketahui bahwa pada tanggal 28 Februari 2018, pihak Kementrian Kominfo sudah mengirimkan email ke pihak Tumblr terkait aduan masyarakat atas konten pornografi yang ditemukan.

Namun, pada batas waktu yang ditentukan yakni 5 Maret 2018, pihak Tumblr masih belum memberikan respons, sehingga Kementerian Kominfo bertindak tegas dengan memblokirnya.

"Ini suratnya yang sudah kita kirimkan kemarin. Kita sudah hubungi tapi belum direspon, yang artinya belum ada respons kooperatif dari Tumblr. Kita juga sertakan beberapa bukti konten pornografi dari 360 akun Tumblr yang diperoleh dari laporan awal," jelas Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan.

Dalam paparan yang ditampilkan dikonferensi pers, Kementerian Kominfo menampilkan bahwa konten pornografi di Tumblr ditemukan pada akun-akun Tumblr yang tampaknya memang dibuat sebagai halaman yang serupa situs ponografi.

Konten pornografi pada Tumblr sebetulnya berasal dari akun-akun pengguna yang nakal. Muncul pertanyaan, apa perbedaannya dengan media sosial lainnya yang juga ditemukan konten pornografi?

"Twitter, karena mereka kooperatif dan merespons peringatan dari kami. Misalnya, Telegram yang waktu itu ada konten terkait terorisme. Saat itu mereka juga bersikap kooperatif dan merespons peringatan dari kami," ungkap Semuel.

Semual menegaskan mereka memblokir Tumblr karena secara jelas karena sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.

Perihal fitur personal filter yang bisa diterapkan oleh pengguna Tumblr, menurut Semuel fitur ini hanya berlaku untuk perorangan. Langkah tersebut tidak akan efektif memberantas konten negatif secara menyeluruh.

"Kalau semua orang seperti Anda bisa mengendalikan diri untuk tidak mencari konten negatif di Tumblr ya bagus. Maunya begitu, itu ultimate goal kita kalau semua orang bisa mengendalikan diri maka kita tidak perlu blokir-blokir," ungkap Semuel yang sangat menyadari netizen di Indonesia beberapa hari belakangan menghujat Kementerian Kominfo atas pemblokiran Tumblr.

Seperti yang diketahui, pada 2016 Tumblr juga sempat diancam diblokir oleh Kominfo. Hal ini batal setelah layanan tersebut dengan alasan Tumblr telah menyetujui melakukan langkah self-censorship.

Berdasarkan pantauan Medcom.id terhadap Change.org, saat ini ada petisi online yang menolak pemblokiran Tumblr dengan judul "Sisi Lain Tumblr: Mohon Pertimbangan" sudah mengantongi dukungan sebanyak 4.635 tandatangan dan terus bertambah.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.