Aplikasi Ini Bikin Apple Watch Mampu Pelajari Detak Jantung

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 01 Dec 2017 11:30 WIB
appleapple watch
Aplikasi Ini Bikin Apple Watch Mampu Pelajari Detak Jantung
Apple Watch kini punya aplikasi untuk deteksi detak jantung tak normal. (AP Photo / Jeff Chiu)

Jakarta: Apple baru saja meluncurkan aplikasi yang memungkinkan mereka mengumpulkan data ritme jantung tidak normal dari sensor detak jantung pada Apple Watch.

Aplikasi yang disebut Apple Heart Study itu akan mendeteksi ritme tidak wajar dan mengirimkan notifikasi ke pengguna yang mungkin mengidap atrial fibrilasi. 

Apple pertama kali membahas tentang program Heart Study miliknya pada bulan September lalu, ketika mereka meluncurkan watchOS 4, seperti yang disebutkan oleh The Verge. Apple bekerja sama dengan Stanford University dalam program ini.

Perusahaan asal Cupertino itu berencana untuk menggunakan data detak jantung itu untuk menginformasikan pasien, dokter dan peneliti terkait kasus detak jantung tak wajar. 

"Bekerja bersama komunitas medis, tidak hanya kami dapat menginformasikan orang-orang terkait masalah kesehatan, kami juga berharp akan dapat membantu penemuan dalam pengetahuan tentang jantung," kata Chief Operating Officer Apple Jeff Williams dalam pernyataan resmi. 

Aplikasi buatan Apple ini menggunakan teknologi pada Apple Watch untuk menghitung detak jantung via lampu LED hijau yang berkedip ratusan kali per detik dan fotodioda yang mendeteksi jumlah darah yang mengalir pada pergelangan tangan. 

Pengguna yang ikut serta dalam survei ini akan mendapatkan notifikasi pada ponsel dan Watch mereka jika ditemukan detak jantung yang tidak wajar dan dapat melakukan konsultasi gratis dengan dokter studi serta diminta untuk melakukan elektrokardiogram (EKG) untuk observasi lebih lanjut.

Saat ini, aplikasi studi jantung dari Apple tersebut hanya tersedia di App Store di Amerika Serikat. Pengguna yang ingin ikut serta harus setidaknya telah berumur 22 tahun serta menggunakan Apple Watch Series 1 atau yang lebih baru. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.