Korea Selatan Pertimbangkan Larang Bursa Mata Uang Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 12 Jan 2018 13:19 WIB
bitcoin
Korea Selatan Pertimbangkan Larang Bursa Mata Uang Digital
Ilustrasi. (AFP PHOTO / KAREN BLEIER)

Jakarta: Pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka mempersiapkan regulasi yang akan melarang jual beli mata uang digital domestik. Pengumuman ini membuat nilai bitcoin di Korea Selatan jatuh USD2 ribu (Rp26,7 juta). 

"Ada banyak kekhawatiran terkait mata uang digital," kata Menteri Kehakiman, Park Sang-ki dalam konferensi pers, lapor Reuters.

Pemerintah Korea Selatan mengambil keputusan ini setelah diketahui bahwa harga dari bitcoin, Ethereum, dan berbagai mata uang digital populer lain, di bursa Korea Selatan lebih mahal jika dibandingkan dengan di negara-negara lain. 

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, pemerintah Korea Selatan memang telah memutuskan memperketat regulasi terkait mata uang digital sejak beberapa bulan lalu.

Pada September tahun lalu, Korea Selatan melarang ICO (Initial Coin Offering). Sementara pada Desember, pemerintah mengajukan proposal regulasi yang akan memperketat regulasi terkait mata uang digital

Sejak Desember, pemerintah memang sudah mengimplikasikan adanya kemungkinan dilarangnya bursa mata uang digital di Korea Selatan. Ketika itu, Tiongkok merupakan satu-satunya negara yang melarang jual beli mata uang digital. Tiongkok bisa melakukan itu karena mereka memiliki Chinese Firewall. 

Keputusan pemerintah Korea Selatan ini merupakan bagian dari usaha mereka untuk memperketat penggunaan mata uang digital. Sebelum ini, badan pajak dan polisi menggerebek bursa-bursa mata uang digital terbesar atas tuduhan penggelapan pajak. 

Namun, masih belum diketahui apakah pemerintah akhirnya akan memblokir transaksi mata uang digital. Kantor preisden telah mengklarifikasi bahwa regulasi terkait pemblokiran tersebut belum dipastikan.

Jika regulasi tersebut diajukan, agar peraturan itu bisa disahkan, maka diperlukan mayoritas suara dari 297 anggota Majelis Nasional. Proses ini bisa memerlukan waktu berbulan-bulan. 


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

1 day Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.