Oppo Rajai Pasar Sendiri, Disusul Apple dan Vivo

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 16 Jan 2018 10:37 WIB
appleoppovivo
Oppo Rajai Pasar Sendiri, Disusul Apple dan Vivo
Tiongkok menjadi pasar smartphone terbesar di dunia sekaligus yang sudah sangat sesak dijejali banyak sekali vendor smartphone lokal.

Jakarta: Di Tiongkok, pasar smartphone sudah cukup penuh dengan banyaknya merek lokal yang lahir di sana di tambah merek lain dari luar Tiongkok.

Tidak mengherankan apabila pasar smartphone Tiongkok sangat ramai, mengingat negara ini juga pasar smartphone terbesar dunia. Firma riset pasar Counterpoint Research merilis daftar 10 Smartphone Terlaris di Tiongkok Tahun 2017.

Oppo R9s mengisi posisi pertama sebagai smartphone paling laris di pasar smartphone Tiongkok sepanjang tahun 2017 kemarin. Beberapa varian smartphone Oppo lainnya juga berhasil masuk dalam daftar tersebut, artinya Oppo memang menjadi yang paling terlaris.

Di posisi kedua diisi oleh iPhone 7 Plus milik Apple. Dia tidak sendiri, iPhone 7 juga ikut masuk sebagai salah satu smartphone yang laris di Tiongkok. Vivo juga berhasil membawa masuk 2 varian smartphone buatannya masuk dalam daftar ini.

Vivo X9 berhasil duduk di posisi ketiga smartphone terlaris di Tiongkok tahun lalu. Bagaimana dengan Huawei yang di kuartal ketiga tahun lalu berhasil memimpin porsi pasar smartphone di Tiongkok?



Huawei masuk dalam daftar ini dengan dua smartphone. Sayangnya, Huawei harus puas di posisi ke 8 dengan Honor 8 Lite. Xiaomi bahkan hanya bisa bertengger di posisi ke 9 lewat Redmi Note 4x.

Research Director Counterpoint Research James Yan menilai ada 3 faktor yang mendorong kesuksesan vendor smartphone di pasar Tiongkok yang dapat dibilang sudah cukup ramai sesak. 

Pertama yaitu manajemen rantai suplai untuk mendukung proses riset dan pengembangan yang cepat sehingga bisa memnuhi permintaan konsumen. Kedua adalah penawaran harga yang kompetitif.

Faktor kedua ini masih sangat kuat di Tiongkok yang basis pasar terbesarnya adalah smartphone di segmen middle-lower dan middle. Konsumen lebih memilih produk dengan harga terbaik menurut mereka ketimbang produk yang inovatif tapi tidak bisa mereka miliki.

Faktor ketiga adalah memfokuskan pada satu model yang sedang digemari konsumen. Jadi ketimbang menyediakan beragam varian produk lebih baik vendor berfokus pada satu model perangkat yang memang sudah digemari konsumen lalu difokuskan lagi ke strategi promosi atau penjualannya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.