Uni Eropa Ingin Perketat Regulasi Ujaran Kebencian

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 12 Apr 2018 11:08 WIB
media sosialfacebook
Uni Eropa Ingin Perketat Regulasi Ujaran Kebencian
Facebook kehilangan kepercayaan Uni Eropa. (AFP PHOTO / Mladen ANTONOV)

Jakarta: Hilangnya kepercayaan pada Facebook karena skandal Cambridge Analytica bisa mendorong Uni Eropa membuat peraturan baru terkait ujaran kebencian dan memberikan sanksi berat, ungkap komisi Eropa. 

Badan eksekutif Uni Eropa kini tengah mempertimbangkan cara agar ujaran kebencian dengan cepat dihapus dari media sosial. Salah satu opsi yang mereka pertimbangkan adalah peraturan yang lebih keras dari yang ada saat ini, seperti yang disebutkan oleh The Guardian

Jourová, komisioner untuk konsumen dan keadilan berkata bahwa sistem yang ada saat ini didasarkan pada kepercayaan pada Facebook dan perusahaan serupa untuk menghapus konten ujaran kebencian dan melaporkannya.

Sayangnya, kepercayaan pada Facebook memudar setelah skandal tentang penyalahgunaan data pengguna mencuat. 

Jourová berkata bahwa dia akan menanyai COO Facebook Sheryl Sandberg "pertanyaan-pertanyaan tak terjawab" mengenai kesalahan Facebook di masa lalu dan rencana mereka di masa depan. 

"Saya ingin membahas dengannya langkah yang diambil untuk memastikan skandal ini tidak berulang," kata sang komisioner.

"Mungkin, kita juga akan membahas tentang cara penanganan ujaran kebencian. Untuk saya, tentu saja keduanya penting: keduanya berdampak pada hukum Uni Eropa."

"Menyangkut ujaran kebencian, kita bekerja sama berdasarkan kesukarelaan. Sebelum ini, kode etik terkait ujaran kebencian adalah bagian penting dari tugas bersama dan saya ingin terus melanjutkannya. Namun, kerja sama itu berdasarkan kepercayaan. Kepercayaan itu harus ada. Mereka harus bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan itu."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.