Akun Bot di Twitter Lebih Aktif dari Manusia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 10 Apr 2018 09:09 WIB
twitter
Akun Bot di Twitter Lebih Aktif dari Manusia
Ilustrasi (Jason Reed/DAILY DOT)

Jakarta: Apa yang Anda lakukan saat menemukan artikel atau konten menarik di internet? Biasanya Anda kan membagikan kepada rekan Anda di media sosial lewat sebuah tautan atau link.

Kenyataannya, tidak semua pengguna media sosial melakukan itu, dalam artian tidak semuanya dilakukan oleh manusia. Lembaga riset bernama The Pew Research Center baru saja merilis sebuah laporan bahwa bot di layanan Twitter berkontribusi lebih banyak membagikan tautan situs populer ketimbang manusia.

Bot adalah sebuah software yang sudah diprogram untuk melakukan sebuah perintah secara otomatis. Artinya tidak berbeda dengan robot.

Bot di media sosial bisa dibuat dengan tampilan foto profil maupun data diri layaknya manusia, sehingga tanpa penelusuruan mendalam, sebuah akun media sosial bisa saja merupakan bot.

Pew Research Center melakukan riset pada 1,2 juta cuitan di Twitter yang diunggah mulai tanggal 27 Juli 2018 hingga 11 September 2017 dan berisi 2.315 tautan ke situs populer yang dibagikan oleh 140.545 akun.

Dari variabel data tersebut mereka menemukan bahwa 66 persen cuitan yang berisi tautan tersebut dibagikan oleh akun bot ketimbang akun yang dikendalikan langsung oleh manusia. Per Research Center juga menemukan jenis tautan situs atau konten yang dibagikan oleh akun bot dari angka 66 persen tersebut.

90 persen cuitan yang dibagikan oleh akun bot merupakan tautan ke situs atau konten dewasa, 76 persen tautan situs olahraga, dan 73 persen tautan ke situs produk komersial. Sisanya diisi oleh tautan ke situs berita, selebritis, dan organisasi.

Pihak Pew Research Center menyatakan bahwa penggunaan bot tidak sepenuhnya buruk karena juga menjadi cara menyediakan layanan kepada pengguna. Hal yang ingin digarisbawahi oleh mereka adalah bahwa akun bot atau yang kerap disebut sebagai akun palsu juga dapat menjadi sebuah masalah.

Tidak ada yang mengetahui apakah informasi yang dibagikan memiliki kebenaran atau informasi yang valid. Semakin banyak bot yang membagikan atautan atau informasi tersebut juga bisa berpengaruh terhadap persepsi isu tertentu.

Contohnya bisa dilihat dari kasus pemilu di Amerika Serikat yang mendapatkan banyak intervensi oleh Rusia lewat media sosial, yang rupanya digerakkan oleh akun-akun media sosial palsu yang sudah diprogram.


(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.