Snapchat Mulai Tampilkan Iklan 6 Detik

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 16 May 2018 13:31 WIB
snapchat
Snapchat Mulai Tampilkan Iklan 6 Detik
Snapchat mulair menampilkan iklan berdurasi enam detik yang tidak dapat dilewati.

Jakarta: Pengguna Snapchat mulai menemukan iklan jenis baru di platform media sosial sejak hari Senin pagi waktu Amerika Serikat. Iklan tersebut bersifat tidak dapat dilewati, memaksa pelanggan untuk menonton iklan tersebut secara keseluruhan.

Iklan tersebut hanya muncul pada tab Shows, merupakan tab yang menampilkan program dengan sejumlah episode yang diproduksi perusahaan media besar seperti Disney, Viacom dan NBCUniversal.

Iklan pertama berformat ini yang dihadirkan Snapchat adalah Samsung Galaxy S9, film Deadpool 2 dan Adrift, serta minuman  tanpa karbonasi, Snapple.

Snapchat telah menampilkan iklan sejak tahun 2014, namun memungkinkan pengguna untuk melewatkannya jika tidak tertarik. Sejumlah pengiklan asing Snapchat mengklaim bahwa waktu tonton rata-rata dari iklan yang dapat dilewati setidaknya dua detik, menjadikan pengiklan tidak senang.

Namun iklan baru tersebut diperkirakan telah disepakati oleh pengiklan hingga studio produsen acara di Snapchat. Studio tersebut menciptakan jeda waktu selama eenam detik di setiap episode mereka untuk pemasaran, meski sebagian besar iklan berasal dari platform iklan otomatis Snapchat.

Format iklan baru Snapchat ini dinilai tidak sepenuhnya menguntungkan, sebb selain tidak dapat dilewati pengguna, iklan tersebut tidak menawarkan tautan untuk video versi lengkap atau pengalaman e-commerce. Snapchat juga dinilai perlu meningkatkan pendapatannya setelah mengalami penurunan nilai saham perusahaannya.

Sementara itu pada kuartal pertama tahun 2018, jumlah rata-rata pengguna harian aplikasi Snapchat meningkat sebesar 2,1 persen dari kuartal empat 2017, mencapai 191 juta. Snapchat disebut perlu meningkatkan jumlah pengguna untuk dapat meningkatkan penawaran harga kepada pengiklan.

Snapchat menggulirkan rombakan desain untuk aplikasi Snapchat versi iOS, ditujukan untuk mengatasi kerugian yang diakibatkan oleh desain antarmuka pengguna sebelumnya.

Selain itu, Snapchat juga meluncurkan lini baru game berbasis teknologi Augmented Reality (AR) dengan memanfaatkan Lenses karyanya, bertajuk Snappables.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.