Kecerdasan Buatan Jadi Bisnis Mandiri Google

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 04 Apr 2018 09:28 WIB
google
Kecerdasan Buatan Jadi Bisnis Mandiri Google
Google memisahkan divisi pengembangan AI dan Search saat pimpinan tertingginya mengundurkan diri.

Jakarta: Senior Vice President of Engineering serta pimpinan tim pengembangan Google Search dan Artificial Intelligence (AI) Google, John Giannandrea mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut. Perannya kini diemban oleh dua pejabat lain, Jeff Dean dan Ben Gomes.

Jeff Dean merupakan co-founder Google Brain, bertugas untuk memimpin tim pengembang AI, sementara Ben Gomes merupakan bagian teknisi pencarian, bertugas untuk tim pengembang untuk Google Search. Langkah ini diperkirakan sebagai upaya dari bagian Google untuk mendorong AI sebagai produk perusahaan.

John Giannandrea sebelumnya merupakan satu-satunya pejabat yang bertugas memimpin pengembangan AI dan Search, namun kedua inisiatif ini dipisahkan mengindikasikan rencana Google untuk lebih terfokus pada masing-masing divisi.

Perubahan pejabat pemimpin divisi tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Google. Sementara itu, AI telah menjadi hal penting selama beberapa tahun terakhir.

Dari pencarian gambar dan saran baru, hingga Google Assistant dan software kamera, AI memainkan peranan besar di sebagian besar produk pengembangan Google, dan diperkirakan akan semakin besar di masa mendatang.

Google juga mulai mempromosikan aplikasi versi Lite dan Android Go pada toko aplikasinya, Google Play Store, dengan menampilkan pengingat kecil pada daftar aplikasi yang dicari dan ingin diinstal, berisi aplikasi Lite dan aplikasi Android Go alternatif.

Google juga meluncurkan Asisten Google dalam Bahasa Indonesia dan dapat mengerti hal-hal yang menjadi khas Indonesia, misalnya nasi goreng. Google turut membanggakan bahwa asisten ini bahkan bisa menerjemahkan kalimat ke bahasa Jawa.

Sama seperti Assistant, untuk mengakses Asisten Google dalam bahasa Indonesia, Anda bisa mengucapkan "Ok Google" atau menekan tombol Home selama beberapa waktu.

Google juga bekerja sama dengan beberapa developer, memungkinkan aplikasi dari pengembang itu diakses menggunakan Asisten Google.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.