Investor Twitter Menyerah dan Jual Saham

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 05 Oct 2016 15:34 WIB
twitter
Investor Twitter Menyerah dan Jual Saham
Investor Twitter akhirnya mulai menjual sahamnya.

Metrotvnews.com: Salah satu investor dan pendukung setia Twitter berkata bahwa dia akan menjual sahamnya. Dia juga ingin agar media sosial tersebut diakuisisi.

Kemarin, Chris Sacca menyebutkan bahwa Twitter telah gagal untuk merealisasikan potensinya karena tidak dapat menonjolkan kontennya yang paling menarik meski tim Twitter terus berusaha untuk membuat media sosial tersebut ramah pengguna awal.

"Saya sudah menjual sebagian saham Twitter," kata Sacca pada Bloomberg TV. "Sekarang saham saya tidak sebanyak dulu karena saya bukan idiot, tapi saya punya saham lebih dari seharusnya karena saya idiot."

Komentar Sacca muncul satu tahun setelah dia membuat tweet yang menyarankan untuk mengangkat Co-founder Jack Dorsey menjadi CEO. Dia bahkan sempat menulis sebuah surat terbuka pada Twitter. Akhirnya, tahun lalu, Twitter resmi mengangkat Dorsey sebagai CEO.

Sayangnya, saat CNET meminta komentar Sacca, dia menolak.

Sacca berkata, di bawah kepemimpinan Dorsey, perubahan dalam Twitter dianggap masih kurang banyak. Dia juga mengimplikasikan bahwa Co-founder Ev Williams memiliki pengaruh lebih besar mengenai arah pengembangan produk. Saat ini, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Twitter akan dibeli oleh Salesforce, Google dan Disney.

Saat pasar ditutup kemarin, saham Twitter bernilai USD23.52 (Rp305 ribu) per lembar, membuat bernilai USD17.3 miliar (Rp224,8 miliar). Di tanggal 23 September, valuasi Twitter naik ke lebih dari USD20 miliar (Rp260 miliar) ketika rumor menyebutkan bahwa Google dan Salesforce tertarik untuk mengakuisisi Twitter. Sacca merasa, jika Twitter diakusisi, maka nilainya tidak akan lebih dari nilai perusahaan sekarang.

"Saya tidak dapat membayangkan keuangan Twitter dalam 2 tahun ke depan akan menjadi lebih baik tanpa dana segar," kata Sacca. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.