Microsoft Azure Makin Tumbuh di Pasar Cloud Asia Pasifik

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 24 Nov 2016 15:05 WIB
microsoft
Microsoft Azure Makin Tumbuh di Pasar Cloud Asia Pasifik
Microsoft Azure tumbuh tiga digit selama tahun 2016 di Asia Pasifik

Metrotvnews.com, Jakarta: Microsoft Asia Pasifik melaporkan pertumbuhan tiga angka untuk Microsoft Azure di sepuluh bulan pertama tahun 2016.

Beberapa pelanggan yang telah menggunakan Microsoft Azure meliputi Bhinneka.com (e-commerce, Indonesia), Fullerton Healthcare (kesehatan, Singapura), Peregrine (ritel, Australia), PTT (minyak & gas, Thailand), RingMD (penyedia layanan kesehatan virtual, Singapura), The Yield (pertanian, Australia), dan Trade Me (e-commerce, Selandia Baru).

Perusahaan tersebut dikatakan menggunakan berbagai layanan di Microsoft Azure. Beberapa layanan tersebut di antaranya adalah advanced analytics, Internet of Things (IoT), database, machine learning, bots, cognitive APIs, keamanan, mobile, jaringan, penyimpanan, dan web. Semuanya digunakan untuk berbagai hal, termasuk membangun, menyebarkan, dan mengelola berbagai aplikasi di dalam organisasi perusahaan.

Microsoft mengklaim layanan Azure dipercaya oleh organisasi dan perusahaan dari segala ukuran, termasuk 85 persen dari 500 perusahaan Fortune. Selain itu, perusahaan yang menggunakan layanan Microsoft Azure juga dikatakan berhasil mendapatkan keunggulan kompetitif yang mampu menghasilkan aliran pendapatan dan model bisnis baru.

"Perusahaan yang telah menggunakan dan merasakan manfaat Microsoft Azure berhasil mendapatkan keunggulan kompetitif, sehingga mampu menghasilkan aliran pendapatan dan model bisnis baru," ujar General Manager, Cloud and Enterprise Division, Microsoft Asia Pacific, Andreas Hartl.

"Prioritas para pemimpin bisnis saat ini adalah kemampuan untuk mendefinisikan kembali model pertumbuhan bisnis yang mampu menanggapi dinamika baru dari pasar global. Dalam dunia digital saat ini, komputasi awan menjadi landasan bagi organisasi dari segala ukuran untuk menciptakan masa depan digital mereka sendiri."

Hartl menambahkan, pertumbuhan Microsoft Azure di kawasan Asia Pasifik juga telah membuat investasi di bidang data center semakin berkelanjutan. Microsoft Azure sendiri tersedia di seluruh Asia Pasifik melalui 11 jaringan data center Microsoft yang dioperasikan di wilayah tersebut.

Pada Mei 2016, Microsoft mengumumkan penambahan wilayah data center terbaru Azure di Seoul, Korea Selatan.



Pasar cloud saat ini memang masih dipimpin oleh Amazon melalui Amazon Web Service. Namun, Microsoft memiliki pertumbuhan pengguna yang lebih banyak ketimbang pesaing utamanya tersebut. Hal tersebut dikarenakan Microsoft sendiri telah memiliki pelanggan setia sejak lama sejak Windows Server dirilis. Dengan demikian, proses migrasi data bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Selain itu, Amazon Web Service juga kurang agresif dalam pengembangan di luar Amerika Serikat. Hal tersebut membuat pemain lain seperti Microsoft dan Google lebih leluasa dalam mengembangkan layanan cloud-nya, terutama di wilayah Asia Pasifik.

Google sendiri baru saja membuka data center baru di Tokyo. Data center tersebut tentunya akan mempermudah pengguna Google Cloud untuk mengakses layanan tersebut. 


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /