Punya COO Baru, Bukalapak Ingin Dominasi Pasar Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 16 Oct 2016 19:44 WIB
bukalapak
Punya COO Baru, Bukalapak Ingin Dominasi Pasar Indonesia
COO Bukalapak, Willix Halim.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bukalapak punya COO baru. Ialah Willix Halim yang sempat bersekolah di Melbourne, Australia selama 5 tahun.

Sebelum memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bekerja di Bukalapak, dia sempat bekerja di Freelancer. Sama seperti di Bukalapak, ketika itu, tugasnya adalah untuk mengembangkan Freelancer. 

Saat ditemui di kantor Bukalapak, Willix bercerita bahwa dia bekerja di Freelancer dari perusahaan tersebut hanya memiliki pekerja 20 orang hingga karyawannya bertambah menjadi 450 orang. Di Freelancer, dia menjabat sebagai Senior Vice President of Growth. 

Lalu, apa yang membuatnya kembali ke Indonesia?

"Saya merasa, sudah waktunya untuk kembali," kata Willix. "Kalau bisa, untuk membantu dengan pengalaman saya. Menurut saya, di luar negeri itu bagus untuk mempelajari apa yang telah mereka lakukan. Dan pada akhirnya, coba itu di Indonesia."

Dia mengatakan, sejak awal dia memang berniat kembali ke Indonesia meski semua keluarganya telah ada di Australia. Dia memutuskan untuk bergabung dengan Bukalapak karena dia merasa, visinya dan visi Bukalapak sejalan. Selain itu, dia juga sudah kenal dengan CEO Bukalapak, Achmad Zaky.

Satu harapannya dalam Bukalapak adalah untuk menjadikan e-commerce tersebut sebagai salah satu situs e-commerce yang mendominasi. Saat pasar sudah matang, dia menjelaskan, biasanya hanya akan ada satu atau dua e-commerce yang mendominasi.

Dia berharap, saat pasar Indonesia telah matang, Bukalapak merupakan salah satu dari dua e-commerce yang tidak hanya bertahan tapi juga menguasai pasar.

Salah satu strateginya untuk merealisasikan hal itu adalah dengan fokus pada produk. "Ingin membuat produk yang lebih bagus dan lebih simpel, sehingga lebih banyak orang yang belanja," katanya. Sementara dari segi marketing, dia ingin memanfaatkan uang yang ada dengan cermat. 

Menurutnya, kegiatan marketing itu tidak melulu iklan di TV. Salah satu cara iklan gratis adalah dengan memaksimalkan SEO. Dia ingin, nantinya, ketika seseorang hendak membeli sesuatu, Bukalapak akan menjadi situs yang pertama kali muncul.

Saat ditanya apa strateginya untuk menghadapi para pesaing, dia menjawab, "Akan selalu ada kompetitor. Kita juga tidak bisa terus melacak para pesaing, nanti kita kewalahan." Dia merasa, satu hal yang penting adalah bagaimana Bukalapak dapat tumbuh lebih besar dari para pesaingnya.

Menariknya, dia tidak merasa strategi yang dia gunakan adalah sesuatu yang inovatif. Dia mengaku, biasanya dia memperhatikan strategi perusahaan lain untuk "mencari inspirasi" tentang strategi yang akan dia gunakan dalam perusahaan tempatnya bekerja.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.