CES 2018

Ikut Tren Bitcoin, Saham Kodak Langsung Melejit

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 10 Jan 2018 13:26 WIB
kodakces 2018
Ikut Tren Bitcoin, Saham Kodak Langsung Melejit
Perangkat mining mata uang kripto buatan Kodak bernama Kodak Kash Miner.

Jakarta: Produsen produk fotografi legendaris Kodak mengumumkan mererka ikut terjun ke tren bitcoin, jenis cryptocurrency atau mata uang digital.

Dilaporkan Engadget, langkah pivot yang dilakukan oleh Kodak menyusul catatan finansial yang tidak cukup bagus beberapa tahun belakangan, ditambah pengurangan jumlah pegawai di perusahaan tersebut yang terjadi beberapa kali.

Setelah pengumuman ini justru saham Kodak tercatat meningkat drastis setelah beberapa tahun belakang merosot imbas dominasi kompetitornya dari Jepang yakni Fujifilm. 

Dari laporan Fast Company, tercatat siang ini nilai saham Kodak meroket dari USD3,13 (Rp42 ribu) per lembarnya menjadi USD7,12 (Rp 95 ribu) per lembar. Tentu saja hal ini membuat Kodak optimistis tren mata uang kripto menjadi penyelamat perusahaan yang sudah berusia 129 tahun.

Dijelaskan mata uang kripto yang diciptakan Kodak hasil kerjasama dengan perusahaan Wenn Digital ini diberi nama KodakCoin. Kodak sendiri juga sudah menyusun sistem pencatatan digital bernama KodakOne untuk memvalidasi dan menyimpan setiap KodakCoin yang dihasilkan pengguna.

Cara kerjanya tidak jauh dari fotografi. Setiap foto yang diunggah di platform KodakOne tentunya memiliki lisensi hak cipta. Setiap foto tersebut dipakai atau digunakan oleh pihak lain maka sang fotografer akan mendapatkan bayaran dalam bentuk KodakCoin.

Tentu saja KodakOne akan terus memantau internet untuk mengetahui foto-foto yang digunakan tanpa izin. Rencananya, KodakCoin akan mulai debutnya pada 31 Januari nanti dibeberapa negara.

CEO Kodak Jeff Clarke menuturkan bahwa hal ini membantu profesi fotografer dalam mendpaatkan penghasilan. Ketimbang harus menunggu pembayaran dari pihak yang menggunakan foto mereka hingga beberapa hari maka dengan KodakCoin prosesnya menjadi lebih singkat.

Di ajang CES 2018 Kodak juga sudah memamerkan perangkat mining rig mata uang kripto bernama Kodak Kash Miner. Rencanya mining rig ini akan disewakan selama  dua tahun dengan nilai USD3.400 (Rp45 juta) dan bisa menghasilkan mata uang kripto senilai USD375 (Rp5 juta) per bulan. Nilai mata uang kripto tersebut masih bisa meningkat seiring nilainya di pasar.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.