Uber Diretas, Hacker Coba Kirimkan Email Phishing

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 25 Nov 2017 16:39 WIB
ubercyber security
Uber Diretas, Hacker Coba Kirimkan Email Phishing
Uber tidak memberitahukan penggunanya yang datanya tercuri. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / JUSTIN SULLIVAN)

Jakarta: Uber baru saja mengakui bahwa sistem mereka diretas tahun lalu, menyebabkan tereksposnya data pribadi dari 57 juta pengguna dan pengendara.

Data yang tercuri meliputi nama, alama email dan nomor ponsel. Namun, cara Uber untuk mengatasi masalah ini bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. 

Seperti yang disebutkan oleh BGR, meski peretasan ini terjadi pada 2016, Uber masih belum memberitahukan pengguna jika informasinya tercuri. Hacker bisa memanfaatkan kesalahan Uber tersebut.

Konsultan keamanan siber Dale Meredith mengunggah email yang dia terima melalui Twitter. Email tersebut merupakan contoh klasik email phishing. Email itu seolah-olah dikirimkan oleh Uber. Email dibuat sedemikian rupa untuk membuat penerima percaya bahwa email adalah permintaan maaf yang datang dari Uber.
 
"Kami minta maaf sedalam-dalamnya," tulis surat tersebut menggunakan font khas yang digunakan oleh Uber. Email tersebut lalu menjelaskan bahwa penerima merupakan salah satu orang yang informasinya bocor ketika sistem Uber dibobol tahun lalu.

Penerima kemudian akan diminta untuk mengklik sebuah tautan yang akan membawa Anda ke halaman yang meminta Anda untuk memasukkan password lama dan baru Anda. Setelah Anda mendapatkan informasi tersebut, hacker bisa masuk ke akun Uber Anda.

Biasanya orang menggunakan password yang sama untuk beberapa akun, dan hacker memiliki kesempatan menggunakan password yang mereka dapatkan untuk masuk ke akun di situs lain. Karena itu, sebaiknya Anda mempelajari ciri-ciri email phishing


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.