Lampu Pintar Buatan HTC Bisa Selamatkan Nyawa Manusia?

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 27 Dec 2017 15:15 WIB
teknologihtc
Lampu Pintar Buatan HTC Bisa Selamatkan Nyawa Manusia?
HTC dikabarkan tengah mengembangkan bola lampu berteknologi pendeteksi gerakan.

Jakarta: Tidak terhenti di perangkat VR via Vive, HTC kembali mencoba peruntungan di ranah teknologi lainnya selain smartphone. HTC dilaporkan mengembangkan bola lampu yang dapat mendeteksi manusia terjatuh di ruangan yang diteranginya.

Saat mendeteksi manusia yang terjatuh tersebut, antena bergerak akan diaktifkan untuk membantu menentukan kondisi manusia telah meninggal atau masih hidup. Teknologi yang sama dapat digunakan untuk menentukan saat mendeteksi manusia yang duduk di satu lokasi dalam jangka watu lama.

Sedentariness Reminder Function akan memberitahukan individu lain di dalam ruangan bahwa duduk di lokasi yang sama dalam jangka waktu lama tidak baik untuk kesehatan. Namun, masih belum diketahui cara yang akan digunakan untuk mendistribusikan informasi tersebut.

Informasi diperkirakan akan dikirimkan via aplikasi yang ditawarkan bersamaan dengan bola lampu tersebut. Aplikasi yang sama juga diperkirakan akan secara otomatis menelepon ambulance saat bola lampu mendeteksi individu terjatuh dan kesulitan untuk berdiri.

Bola lampu tersebut disebut sebagai awal dari divisi HT yang bertugas memproduksi perangkat cerdas untuk penggunaan di dalam rumah. HTC juga akan menyerahkan produk barunya tersebut kepada Google, sehingga dapat dipasarkan bersamaan lini peralatan cerdas Nest.

Informasi ini tidak mengejutkan bagi ranah pengamat teknologi, sebab HTC telah mendaftarkan dokumen perlindungan paten terkait dengan produk tersebut kepada United States Patent and Trademark Office  (USPTO) pada awal tahun 2017 ini.

Sebelumnya, HTC merilis aplikasi terbaru karyanya di toko aplikasi Google, Play Store, bernama HTC Smart Display. Sebelumnya, Smart Display tersedia sebagai fitur bawaan pada perangkat HTC U11+, smartphone yang belum dirilis di pasar.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.