Microsoft Nyaris Luncurkan Ponsel Bezel Tipis pada 2014

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 10 Oct 2017 08:10 WIB
microsoft
Microsoft Nyaris Luncurkan Ponsel Bezel Tipis pada 2014
Microsoft sempat mengembangkan perangkat berbezel tipis pada tahun 2014.

Metrotvnews.com: Sebagian besar produsen smartphone kini setidaknya memiliki satu perangkat high-end dengan desain bezel tipis dan rasio layar ke bodi tinggi. Tren ini baru ramai diusung oleh produsen baru-baru ini.

Jika diluncurkan pada tiga tahun lalu, ponsel bezel tipis mungkin akan menarik perhatian, karenanya, Microsoft sempat berencana untuk meluncurkan perangkat yang mengusung desain tersebut. Baru-baru ini beredar informasi yang menyebut bahwa Microsoft mengembangkan perangkat tersebut beberapa tahun lalu.

Menurut Windows Central, ponsel bezel tipis yang dikembangkan Microsoft seharusnya diluncurkan sebagai Lumia 435, dan dipasarkan seharga USD200 (Rp2,7 juta). Namun Microsoft membatalkan rencana tersebut pada akhir 2014 lalu.

Sayangnya, Microsoft sempat meluncurkan perangkat juga bernama Microsoft Lumia 435 di pasar pada awal tahun 2015 sebagai perangkat low-end berlayar 4 inci, namun menjadi perangkat yang terlupakan dan tidak banyak mendapatkan perhatian, sebelum akhirnya resmi dibatalkan.

Ponsel berkode nama Vela yang dibatalkan tersebut didukung oleh spesifikasi kelas low-end, namun cukup menarik perhatian berkat dukungan layar 5 inci beresolusi 720p dan bezel sangat tipis. Lebih tepatnya, bezel bagian bawah cukup lebar, namun bezel bagian atas dan sisi tergolong sangat tipis untuk perangkat berharga terjangkau keluaran tahun 2014.

Vela hadir dengan rasio layar ke bodi 79 persen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Sharp Crystal Aquos yang juga dirilis pada 2014 lalu. Sebagai perbandingan, perangkat yang tersedia saat ini, termasuk iPhone X, Samsung Galaxy Note 8, dan LG V30, memiliki rasio layar ke bodi sedikit lebih tinggi dari 80 persen.

Hingga saat ini, belum ada informasi terkait alasan di balik pembatalan rencana produksi Lumia Vela oleh Microsoft tersebut. Sebelumnya, Microsoft juga dilaporkan membatalkan sejumlah perangkat mobile berbasis Windows dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Lumia McLaren, Lumia 960, dan Surface Mini Tablet.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.