Peluang Besar di Program Cashback untuk E-Commerce

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 09 Oct 2017 22:21 WIB
startupe-commerce
Peluang Besar di Program Cashback untuk E-Commerce
Situs layanan Hadiah.me

Metrotvnews.com, Jakarta: Layanan e-commerce di Indonesia semakin menjamur. Semuanya tentu saja memiliki target konsumen yang sama, yakni masyarakat Indonesia yang baru menikmati layanan belanja online.

Persaingan pun tak terhindarkan, dan tidak sebatas antar layanan. Para penjual yang bermitra dengan layanan tersebut juga terjun ke dalam persaingan yang sama. Jika sudah begini, cara paling manjur untuk menarik konsumen adalah menawarkan potongan harga, misalnya lewat program cashback.

Peluang ini dilihat sebagai sebuah lahan bisnis baru oleh startup bernama Hadiah.me. Jika melihat tampilan layanannya, orang akan mengira bahwa mereka menawarkan layanan e-commerce pada umumnya. Jika dilihat lebih detil, layanan Hadiah.me tidak menjual produk, melainkan menjajakan promo cashback pada setiap merchant dan e-commerce yang bermitra.

"Jadi, kita di sini mencoba menyediakan sebuah win-win solution bagi e-commerce dan konsumen. Dengan menyediakan layaan berisi promo cashback dan loyalty points, kita bisa membantu mengarahkan pengguna ke sebuah layanan e-commerce atau merchat. Di satu sisi, konsumen juga dimudahkan untuk menemukan promo-promo yang lagi ditawarkan,"jelas CEO Hadiah.me Fandy Santoso saat bertamu ke redaksi Metrotvnews.com.

Menurutnya, konsumen di Indonesia sudah merasakan bentul keuntungan yang menjadi daya tarik dari layanan e-commerce, yang harganya lebih murah dan banyak point atau promo yang ditawarkan. E-commerce atau merchant tidak perlu repot mendorong konsumen berkunjung ke layanan mereka, semua itu menjadi urusan Hadiah.me.

"Caranya juga tidak sulit, pertama konsumen hanya perlu membuat akun di Hadiah.me kemudian di layanan kami konsumen bisa memilih e-commerce atau merchant yang kasih promo paling menggiurkan nanti rposes transaksi tetap berlangsung di layanan e-commerce mereka seperti biasa. Untuk melihat promo dan poin yang diperoleh dari transaksi di layanan kita saja," tutur Fandy.

Poin yang terkumpul pun bisa di redeem, tetapi hanya bisa dilakukan lewat layanan Hadiah.me. Setiap poin akan diterima ketika transaksi dengan layanan e-commerce atau merchant dianggap sudah selesai. Untuk keamanan, Fandy menjamin keamanan tersebut pada pihak e-commerce dan merchant sebab Hadiah.me hanya menjadi perantara. Keuntungan yang diterima oleh Hadiah.me pun berasal dari komisi setiap transaksi yang dilakukan konsumen dengan layanan e-commerce.

"Sejauh ini, saya melihat bentuk seperti ini masih akan menjadi buruan bagi konsumen untuk berbelanja online dan menjadi alat bagi layanan e-commerce supaya bisa bersaing memiliki banyak konsumen. Angka industri e-commerce di Indonesia sendiri hanya 1 persen dari angka total industri ritel di Tanah Air, jadi layanan kami ini masih akan diminati," jelas Fandy.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.