Paling Banyak Digunakan, Google Pastikan Android Bebas Malware

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 10 Oct 2017 18:22 WIB
androidgoogle
Paling Banyak Digunakan, Google Pastikan Android Bebas Malware
Adrian Ludwig, Director Android Security Google memaparkan tugas Google menjamin keamanan perangkat yang menggunakan sistem opersasi buatannya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sistem operasi Android sudah didaulat sebagai sitem operasi dengan pengguna paling banyak di dunia. Pihak Google menyebutkan lebih dari 2 miliar penggunanya seluruh dunia.

Artinya, Google sebagai pembuat sistem operasi tersebut memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan bahwa seluruh perangkat yang menggunakan teknologi ciptaannya aman dari serangan malware. Hal ini bukan perkara mudah, karena sistem operasi tersebut menerapkan prinsip open source, sehingga siapa pun bisa mengakses dan memodifikasinya.

"Di satu sisi, open source memiliki keuntungan bahwa kita bisa menciptakan teknologi yang lebih baik dengan berkolaborasi bersama yang lain," jelas Adrian Ludwig, Director Android Security Google pada video conference di kantor Google Indonesia hari ini (10/10/2017).

"Kelemahannya, orang bisa memanfaatkan hal tersebut untuk hal buruk, misalnya membuat malware untuk menyerang bahkan mencuri data pengguna."

Menurut Adrian, tugas yang diemban para teknisi sistem keamanan Android sangat berat. Perlu diingat bahwa sistem operasi dengan ikon robot hijau tersebut bukan hanya berjalan di smartphone, tetapi juga perangkat lainnya selama mengadopsi sistem operasi Android.

"Kami bekerjasama dengan perusahaan yang mengadopsi sistem operasi kami. Perusahaan sistem keamanan mengawasi ancaman malware atau sistem keamanan terhadapa perangkat Android," imbuh Adrian.

Dia menyebutkan langkah pertama adalah menyiapkan sistem keamanannya, lalu bersama dengan perusahaan sistem keamanan kami melakukan analisa terhadap bentuk serangan yang terdeteksi. Lantas, Google akan menyebarkan aplikasi serta sistem keamanan tersebut lewat vendor yang menciptakan perangkat atau OEM membantu untuk menyebarkannya.

Menyoroti populernya perangkat dengan harga terjangkau yang menggunakan sistem operasi Android, Adrian menegaskan bahwa pihak Google selalu mengingatkan vendor untuk memberikan update atau pembaruan sistem hingga ke smartphone entry level.

"Kami tidak mau sistem operasi kami jadi target serangan malware yang berbahaya bisa menginfeksi perangkat lainnya. Google pun sudah menyiapkan aplikasi sistem keamanan khusus Android bernama Google Play Protect," klaim Adrian.

Google Play Protect mungkin masih terdengar asing. Padahal, aplikasi ini bisa diakses pada aplikasi Google Play Store akun Anda. Aplikasi ini bisa dipergunakan sebagai pemindai malware di perangkat dan memberikan informasi jika situs yang Anda akan kunjungi terindikasi mengandung malware. Selain itu, aplikasi ini bisa dipergunakan untuk menemukan atau mengunci akses perangkat Anda jika hilang.

"Sejauh ini sistem operasi Android sendiri masih sangat aman, dari 2 miliar lebih perangkat Android hanya ada 1,5 persen saja yang terinfeksi malware di tahun lalu. Google Play Protect setiap harinya memindai lebih dari 1 miliar perangkat Android dan 50 miliar aplikasi yang beredar lewat Google Play Store," jelas Adrian.


(MMI)

Video /