Pangkas 310 Karyawan, Nokia Setop Produksi Kamera Ozo

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 12 Oct 2017 10:03 WIB
nokia
Pangkas 310 Karyawan, Nokia Setop Produksi Kamera Ozo
Nokia memutuskan untuk menghentikan pengembangan kamera VR karyanya, bernama Ozo, dan terfokus pada portofolio kesehatan digital.

Metrotvnews.com: Nokia menyebut akan menghentikan pengembangan kamera Virtual Reality (VR) karyanya, yaitu Ozo. Keputusan tersebut mengakibatkan sebanyak 310 pekerja di Finlandia, Amerika Serikat, dan Inggris, harus kehilangan pekerjaannya.

The Verge melaporkan, perubahan tersebut akibat pengembangan yang lebih lambat dari perkiraan pasar VR. Setelah mengambil keputusan itu, Nokia akan terfokus pada lisensi paten dan teknologi healthcare digital.

Nokia mengumumkan sistem kamera Ozo pada dua tahu lalu, dan memposisikannya sebagai opsi high-end bagi pembuat film untuk merekam video360 derajat. Kamera tersebut awalnya dipasarkan seharga USD60 ribu (Rp810 juta), meski kemudian mengalami pemangkasan harga sebesar USD45 ribu (Rp608 juta).

Saat ini, Nokia mempekerjakan sekitar 1.090 pegawai pada divisi teknologi VR, sehingga pemangkasan pekerjaan  membuat Nokia kehilangan sepertiga pegawainya di Nokia Technologies. Nokia kini akan terfokus pada portofolio kesehatan digitalnya.

Portofolio kesehatan digital Nokia termasuk Withings, perusahaan jam tangan cerdas yang diakuisisinya pada tahun 2016 lalu. Perwakilan Nokia mengungkap, saat ini Nokia Technologies tengah berada di titik dengan fokus dan investasi yang tepat.

Pada titik ini, Nokia menyebut melihat peluang untuk mengembangkan jejaknya di pasar kesehatan digital, yang dinilai harus segera dimanfaatkannya. Sementara itu, ponsel cerdas unggulan terbaru Nokia, yaitu Nokia 8 mengalami pengujian JerryRigEverything, yang membuktikan daya tahan bodi perangkatnya.


(MMI)

Video /