Mantan Bos Google Yakin Robot Tidak akan Basmi Manusia

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 05 Mar 2018 15:26 WIB
google
Mantan Bos Google Yakin Robot Tidak akan Basmi Manusia
Teknologi AI dan robot diyakini mantan CEO Google Eric Schmidt tidak akan memusnahkan umat manusia.

Jakarta: Dalam acara Munich Security Conference pekan lalu, mantan CEO Google Eric Schmidt mengutarakan keyakinannya bahwa robot tidak akan menjadikan manusia sebagai budak atau memusnahkan peradaban manusia dalam kurun waktu satu hingga dua dekade mendatang.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotik yang pesat memicu perbincangan selama bebera tahun terakhir. Dengan kian banyak film yang mengusung tema fiksi ilmiah dan terfokus pada peningkatan kekuatan yang dimiliki robot, sejumlah prediksi terkait masa depan robot dan manusia turut semakin banyak diperbincangkan.

Schmidt menyebut bahwa teknologi ini memiliki kekurangan yang dinilainya serius, dan tidak seharusnya menjadi medium untuk pengambilan keputusan penting, terutama keputusan terkait dengan hidup dan mati.

Teknologi tersebut juga disebut Schmidt tidak cukup andal, sebab memiliki terlalu banyak error dalam penggunaannya. Sebagai penasihat, teknologi kecerdasan buatan dan robotik mampu memperkaya wawasan penggunanya, namun Schmidt menegaskan teknologi ini tidak diperuntukan sebagai pembuat keputusan dan pengendali.

Pendapat Schmidt diamini oleh sejumlah peneliti, menilai otak manusia memiliki tingkat kerumitan yang tinggi.

Tidak semua manusia berusia 40 tahun mampu menghapal Wikipedia atau mengalahkan pemain poker terbaik seperti kemampuan AI, namun dinilai AI tidak mampu menangani improvisasi sederhana, kemampuan yang dikuasai oleh manusia.

Sebagian besar AI dan robot mampu melakukan pekerjaan kasar, sederhana dan mengulang, yang mudah didefinisikan dan diukur dengan baik. Sayangnya, tidak semua robot mampu berimprovisasi, sebab membutuhkan rangkaian peraturan tertentu.

Selain itu, rangkaian peraturan ini juga meningkatkan kebutuhan bagi pengembang untuk memasukan pengukuran terkait tindakan tidak tepat, guna menentukan waktu mesin harus dinonaktifkan akibat dinilai mengalami kegagalan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkah laku yang disampaikan oleh robot merupakan hasil pemrograman dari manusia yang bertanggung jawab mengembangkan dan menulis kode program. Hal ini mendukung pendapat Schmidt bahwa robot tidak akan memusnahkan umat manusia.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.