AS Curiga Drone DJI Jadi Alat Mata-mata

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 01 Dec 2017 14:35 WIB
dronecyber security
AS Curiga Drone DJI Jadi Alat Mata-mata
Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang sangat masif menggunakan drone.

Jakarta: Amerika Serikat sedang sangat agresif dalam melindungi keamanan negara mereka di ranah teknologi dan dunia maya. Jika kemarin perusahaan Tiongkok yang ingin berinvestasi dituduh memata-matai, kini merek drone ternama asal Tiongkok DJI yang dituduh.

Sebuah memo yang dari Imigrasi dan Bea Cukai Los Angeles, AS, yang dirilis sejak bulan Agustus lalu beredar dan berisi pesan bahwa drone milik DJI telah memata-matai Amerika Serikat. Setiap data yang terekam oleh drone tersebut dianggap sebagai data yang diberikan ke pemerintahan Tiongkok seperti, foto, video, dan lokasi sebuah fasilitas.

Lembaga yang berada di bawah naungan Badan Pertahanan Nasional Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa data-data tersebut bisa dipergunakan oleh pemerintah Tiongkok suatu hari nanti untuk melakukan serangan termasuk serangan siber ke negaranya.

DJI yang memiliki pasar cukup besar di kawasan Eropa dan Amerika tentu saja segera merespons tuduhan ini dengan menganggap itu merupakan teori yang berlebihan. Pihak DJI meminta agar tuduhan tersebut disertakan dengan bukti-bukti yang jelas.

Belum diketahui respons dari pemerintahan Amerika Serikat atas jawaban DJI. Namun, hal ini justru akan memperkeruh hubungan negara itu dengan Tiongkok yang sebelumnya sedang bekerjasama mengatasi tingkah dari negara Korea Utara.

Bukan kali pertama DJI mendapat tuduhan semcam ini. Sebelumnya Amerika Serikat dan beberapa negara juga mengeluarkan perintah tidak menggunakan drone DJI untuk kebutuhan pihak berwenang atau pemerintahan serta bisnis.

Belakangan ini isu keamanan terutama di ranah siber semakin ramai diperdebatkan. Perangkat elektronik komersial yang digunakan saat ini semakin terbukti semakin rentah disusupi sebagai alat mata-mata.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.