Teleskop NASA Tangkap Gambar Asteroid Besar Dekati Bumi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 26 Dec 2017 10:52 WIB
antariksa
Teleskop NASA Tangkap Gambar Asteroid Besar Dekati Bumi
Arecibo berhasil menangkap gambar dari Phatheon. (AP Photo / Seth Shostak, SETI Institute)

Jakarta: Setelah tidak aktif selama berbulan-bulan, teleskop radio Arecibo kini kembali beroperasi. Perangkat yang didanai oleh NASA ini terpengaruh oleh badai Maria pada bulan Desember.

Teleskop tersebu berhasil menangkap beberapa foto dari 3200 Phaethon -- asteroid yang melewati Bumi sekitar satu minggu lalu.

Asteroid 3200 Phaethon sempat lewat dekat dengan Bumi beberapa hari setelah hujan meteor Geminid pada pertengahan bulan Desember. Arecibo menangkap foto dari Phaethon ketika ia berada pada jarak 10,3 juta kilometer dari Bumi, atau sekitar 27 kali dari jarak Bumi ke Bulan. 

Gambar resolusi tinggi ini menunjukkan Phaethon yang berbentuk bola dengan cekungan besar pada permukaannya dan bulatan gelap di dekat salah satu kutubnya, seperti yang disebutkan oleh IB Times

"Observasi baru dari Phaethon ini menunjukkan bahwa asteroid itu memiliki bentuk yang mirip dengan asteroid Bennu, target dari pesawat luar angkasa OSIRIS-REx milik NASA, tapi Phaethon memiliki ukuran 1.000 kali lebih besar Bennu," kata Patrick Taylor, seorang peneliti dan pemimpin grup dari Planetary Radar di Arecibo Observatory.

"Bulatan gelap pada asteroid itu bisa jadi sebuah kawah atau depresi topografi lain yang tidak mencerminkan cahaya radar kembali ke Bumi."

Observasi Phaethon oleh Arecibo ini membantu NASA  mengetahui ukuran asteroid tersebut. Menurut badan luar angkasa itu, Phaethon adalah asteroid terbesar kedua yang penah mendekati Bumi dengan diameter sekitar enam kilometer. Ukuran ini satu kilometer lebih besar dari yang diperkriakan sebelumnya. 

Nama asteroid ini diambil dari nama anak dewa matahari Yunani, Helion. Phaethon ditemukan pertama kali pada 2007. Meskipun pada awalnya ia terlihat layaknya asteroid, aktivitasnya yang terkadang menyerupai komet menunjukkan bahwa Phatheon bisa jadi inti komet yang tidak aktif. 


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.